Densus 88 Kini Fokus ke Pencegahan Terorisme dan Deradikalisasi
Selasa, 22 Agu 2023, 11:50 WIBLABUAN BAJO - Juru Bicara Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri Kombes Pol. Aswin Siregar mengatakan fokus satuan khusus kontra-terorisme Polri itu saat ini ialah melakukan tindakan pencegahan dan upaya deradikalisasi dalam penanganan masalah terorisme di Indonesia.
"Sekarang, pergeseran fokus kami ada pada tahap pencegahan dan deradikalisasi," kata Aswin Siregar di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN tentang Kejahatan Lintas Batas (AMMTC) ke-17 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (22/8).
Isu terorisme menjadi salah satu isu prioritas yang dibahas dalam AMMTCke-17.Aswinmenjelaskan terorisme merupakan masalah ideologi yang memerlukan upaya ekstra untuk dihadapi dengan sekadar penegakan hukum.
Oleh karena itu, perlu proses deradikalisasi atau pencegahan terhadap berkembangnya radikalisme dan terorisme. Deradikalisasi adalah tindakan preventif atau penghilangan paham radikal.
Program pencegahan dan deradikalisasi telah menjadi cerita sukses yang dimiliki Polri. Polri dapat mencegah aksi terorisme pada tahap awal atau persiapan sebelum mulai bergerak dengan dua program tersebut.
"Bagaimana seseorang yang telah divonis atau dinyatakan bersalah atas kasus terorisme tidak menjadi pelaku berulang lagi. Itu sesuatu yang sedang dalam fokus penanganan kami," tambah Aswin.
Lebih lanjut, dia menjelaskan penyebaran ideologi lewat sosial media juga menjadi perhatian Densus88 AntiterorPolri. Pihaknya melakukan pengawasan untuk pencegahan sebaran di konten sosial media, grup percakapan di media sosial, maupun laman web.
Menurut Aswin, perlu sebuah sistem yang memberikan peringatan dini ke negara-negara dalam kawasan ASEAN untuk setiap indikasi atau tanda akan serangan atau aksi terorisme.
"Semua kelompok teroris itu berbahaya dan situasinya dinamis, sehingga menuntut kemampuan tinggi untuk mendeteksi pada tahap persiapan supaya tidak ada aksi yang terjadi lagi," ujarnya.
AMMTCke-17 telah berlangsung sejak Senin (21/8) yang dimulai dengan pertemuan pleno. Pada hari pertama sidang AMMTC ke-17, Senin, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman dengan enam negara ASEAN terkait kerja sama penanganan kejahatan transnasional.
Agenda pada hari kedua, Selasa, ialah konsultasi bersama dengan tiga negara mitra yakni Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan.
- asean
- Terorisme
- Densus 88
- Radikalisme
- Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Deradikalisasi
- Labuan Bajo
- Cegah Terorisme
- AMMTC Labuan Bajo
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Hasil Liga Italia: Imbang tanpa Gol, AC Milan dan Juventus Tak Beranjak di Klasemen
-
Mau Cari Suasana Baru? Weekend at Parapuar, Cara Baru Nikmati Sisi Darat Labuan Bajo
-
Edukasi Gigi dan Mulut di Sekolah, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Sejak Dini
-
Perkuat Ketahanan Pangan dan Air Indonesia Timur: Ini Progres Pembangunan Bendungan Manikin di Kupang
-
AS Siapkan Helikopter 'Kiamat' Jolly Green untuk Evakuasi Pejabat Tinggi Jika Terjadi Perang Nuklir
-
Myanmar Merasa Dikucilkan oleh Asean
-
Kecepatan Inovasi vs Keamanan: Mengapa API Menjadi Target Utama Manipulasi Logika Bisnis di 2026?
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.