Terlilit Utang, Raksasa Properti Tiongkok Ajukan Perlindungan Kebangkrutan di AS

Jumat, 18 Agu 2023, 15:20 WIB

NEW YORK - Raksasa properti Tiongkok, Evergrande, mengajukan perlindungan kebangkrutan di AS karena krisis real estat di Tiongkok semakin dalam.

Hal ini akan memungkinkan perusahaan yang terlilit utang itu melindungi asetnya di AS saat bekerja pada kesepakatan multi-miliar dolar dengan kreditur.

Ket. Foto: Raksasa properti China Evergrande Group mengajukan perlindungan kebangkrutan di AS — Sumber: Forbes/Jakub Porzicky/GI

BBC melaporkan, Evergrande gagal membayar utangnya yang sangat besar pada 2021, yang membawa gelombang kejutan melalui pasar keuangan global.

Langkah itu dilakukan karena masalah di pasar properti Tiongkok menambah kekhawatiran tentang ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

China Evergrande Group membuat pengajuan perlindungan kebangkrutan Chapter 15 di pengadilan New York pada Kamis (17/8).

Chapter 15 melindungi aset AS dari perusahaan asing saat bekerja merestrukturisasi utangnya.

Unit real estat grup tersebut memiliki lebih dari 1.300 proyek di lebih dari 280 kota di Tiongkok, menurut situs webnya.

Bisnis lainnya termasuk pembuat mobil listrik dan klub sepak bola.

Evergrande telah berupaya menegosiasikan kembali perjanjiannya dengan kreditur setelah gagal membayar utangnya.

Dengan utang yang diperkirakan berjumlah lebih dari 300 miliar dolar AS, Evergrande menjadi pengembang properti yang paling banyak berhutang di dunia.

Sahamnya telah ditangguhkan dari perdagangan sejak tahun lalui.

Evergrande mengungkapkan bulan lalu, mereka kehilangan 581,9 miliar yuan (80 miliar dolar AS) selama dua tahun terakhir.

Pekan lalu, raksasa properti Tiongkok lainnya, Country Garden, memperingatkan, mereka dapat mengalami kerugian hingga 7,6 miliar dolar AS untuk enam bulan pertama tahun ini.

Beberapa perusahaan terbesar di pasar real estat Tiongkok sedang berjuang mencari uang untuk menyelesaikan pembangunan.

"Kunci untuk masalah ini adalah menyelesaikan proyek yang belum selesai karena ini setidaknya akan membuat sebagian pembiayaan tetap mengalir," kata Steven Cochrane dari firma riset ekonomi Moody's Analytics.

Dia menambahkan, banyak rumah pra-penjualan tetapi jika konstruksi berhenti, pembeli tidak lagi melakukan pembayaran hipotek, yang menambah beban pada keuangan pengembang.

Awal bulan ini, Beijing mengatakan ekonomi Tiongkok telah tergelincir ke dalam deflasi karena harga konsumen turun pada Juli untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun.

Pertumbuhan yang lemah bermakna Tiongkok tidak menghadapi kenaikan harga yang mengguncang banyak negara lain dan mendorong bank sentral di tempat lain untuk menaikkan biaya pinjaman secara tajam.

Impor dan ekspor negara itu juga turun tajam bulan lalu karena melemahnya permintaan global mengancam prospek pemulihan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Angka resmi menunjukkan ekspor turun 14,5 persen pada Juli dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara impor turun 12,4 ppersen.

Awal pekan ini, bank sentral Tiongkok secara tak terduga memangkas suku bunga utama untuk kedua kalinya dalam tiga bulan, dalam upaya meningkatkan perekonomian.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

613 PKL Kramat Jati Bakal Dipindahkan, Ini 4 Lokasi yang Disiapkan Pasar Jaya

Coco Gauff Juara Cincinnati Open 2026! Tampil Perkasa dan Ukir Prestasi Gemilang

Pedagang Ikan Pasar Kramat Jati Bakal Direlokasi, Ini Persiapannya

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.