Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD Semarang: Waspadai Kebakaran Lahan Terbuka

📅 Jumat, 18 Agu 2023, 16:19 WIB | Oleh:
BPBD Semarang: Waspadai Kebakaran Lahan Terbuka Doc: ANTARA/Zuhdiar Laeis
Ket. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro P Martanto.

SEMARANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kebakaran lahan terbuka yang berpeluang terjadi akibat dampak kekeringan seiring El Nino.

"Di musim kemarau sekarang ini, kita tahu (kebakaran, red.) kebanyakan ilalang terbuka ya," kata Kepala BPBD Kota Semarang Endro P Martanto saat dikonfirmasi di Semarang, Jawa Tengah, Jumat.

Diakuinya, cuaca kemarau dan kering yang merupakan dampak dari El Nino membuat kebakaran menjadi kerap terjadi, termasuk di lahan-lahan terbuka, seperti kebun ilalang.

Meski terjadi di lahan kosong atau lahan terbuka, kebakaran tentunya sangat berbahaya karena di sekitarnya terdapat perumahan dan permukiman warga yang bisa terkena dampaknya.

Karena itu, BPBD bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang untuk menyosialisasikan langkah-langkah pencegahan kebakaran lahan terbuka kepada masyarakat.

"Imbauan kami, masyarakat agar tidak membuang puntung rokok secara sembarangan. Apalagi, sampai membuat api di kawasan-kawasan yang mudah terbakar," tegas Endro.

Dinas Damkar Kota Semarang sebelumnya juga mengimbau masyarakat untuk mengelola sampah secara baik, terutama daun-daun kering di lahan yang tidak ditempati untuk mencegah kebakaran.

"Kami mengimbau masyarakat, industri, dan sebagainya untuk merawat dan membersihkan lahannya masing-masing dengan baik," kata Kepala Dinas Damkar Kota Semarang Nurkholis.

Menurut dia, kebakaran lahan kosong kerap terjadi karena cuaca yang sangat terik dan kering, apalagi jika di lahan tersebut terdapat tumpukan sampah daun-daun, ilalang, dan bahan mudah terbakar lainnya.

"Karena dari beberapa kali terjadi kebakaran kebanyakan di lahan-lahan yang tidak dimanfaatkan, lahan kosong. Jadi, sampah daun kering menumpuk dan terbakar," katanya.

Sejauh ini, kata dia, belum diketahui secara pasti sumber api yang menjadi penyebab terbakarnya lahan terbuka yang rata-rata memang tidak dihuni atau dimanfaatkan.

"Pengaruhnya memang karena cuaca yang kering ya. Namun, sumber apinya belum diketahui, apa dari orang yang bakar sampah atau bagaimana. Sebab, lahan-lahan yang terbakar ini tidak dihuni," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.