Filipina dan AS akan Gelar Patroli Bersama Tahun Ini

Jumat, 11 Agu 2023, 02:59 WIB

MANILA - Filipina dan Amerika Serikat (AS) akan menggelar patroli bersama di Laut Tiongkok Selatan (LTS) tahun ini di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah tersebut yang dipicu oleh meningkatnya agresivitas Tiongkok. Hal itu disampaikan oleh kata seorang pejabat senior di Manila pada Rabu (9/8).

Patroli bersama sebenarnya telah dilakukan sejak Presiden Ferdinand Marcos Jr mengambil alih kekuasaan tahun lalu, dan langkah itu membalikkan kebijakan poros pendahulunya, mantan Presiden Rodrigo Duterte yang condong berpihak ke Beijing, sehingga Tiongkok menjadi lebih berani dalam menekan klaim teritorialnya.

Ket. Foto: Titik Pertikaian I Kapal Penjaga Pantai Filipina, BRP Malapascua (kiri), saat berpatroli dekat kapal perang usang BRP Sierra Madre yang sengaja dikandaskan di Second Thomas Shoal dekat Kepulauan Spratly pada akhir April lalu. Keberadaan BRP Sierra Madre di LTS saat ini jadi titik pertikaian terpanas antara Filipina dan Tiongkok. — Sumber: AFP/Ted ALJIBE

Tiongkok menegaskan kedaulatan atas sebagian besar LTS dan selama bertahun-tahun telah memiliterisasi pulau-pulau buatan sambil mengerahkan kapal penjaga pantai, kapal angkatan laut, dan milisi maritim yang didukung negara di sekitar wilayah yang disengketakan.

"Pembahasan tentang patroli bersama sedang dalam tahap lanjut," kata Jonathan Malaya, juru bicara gugus tugas Filipina di LTS. " (Patroli bersama) itu akan terlaksana dalam tahun ini," imbuh dia.

Malaya menolak untuk memberikan rincian lebih lanjut dengan alasan sensitivitas masalah tersebut. Sementara pihak Kedutaan Besar AS di Filipina juga belum mau mengeluarkan tanggapan AS untuk permintaan komentar.

Ketegangan meningkat antara dua negara tetangga setelah Penjaga Pantai Tiongkok yang didukung oleh milisi maritimnya, pada Sabtu (5/8) lalu menggunakan meriam air untuk mengusir kapal-kapal Filipina yang membawa perbekalan untuk pasukan yang ditempatkan di kapal perang usang BRP Sierra Madre yang sengaja dikandaskan dekat Ayungin Shoal (Second Thomas Shoal) yang terletak di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) sepanjang 200 mil.

Kapal Angkatan Laut era Perang Dunia II yang berkarat itu sengaja dikandaskan oleh Manila pada tahun 1999 untuk dijadikan posko perbatasan militer terdepan di LTS.

Beijing dalam beberapa hari terakhir mengulangi seruan kepada Manila untuk menarik kapal itu dan memenuhi "janji" untuk memindahkannya.

Komitmen Manila

Menanggapi seruan Beijing itu, Presiden Marcos Jr pada Rabu membantah bahwa Manila telah membuat kesepakatan dengan Tiongkok untuk memindahkan kapal BRP Sierra Madre, dan mengatakan bahwa jika memang ada kesepakatan seperti itu, hal itu harus dianggap telah dibatalkan.

"Saya tidak mengetahui adanya pengaturan atau kesepakatan seperti itu bahwa Filipina akan menarik kapalnya dari wilayahnya sendiri," kata Presiden Marcos Jr dalam pernyataan video.

"Dan jika memang ada kesepakatan seperti itu, saya akan membatalkan kesepakatan itu sekarang," imbuh Presiden Filipina itu.

Sementara itu Malaya sebelumnya menantang Tiongkok untuk menunjukkan bukti janji tersebut. "Untuk semua maksud dan tujuan, itu adalah isapan jempol dari imajinasi mereka," kata dia.

Malaya pun menegaskan bahwa Filipina berkomitmen untuk "memelihara" kapal perang usang di beting itu dan menambahkan bahwa kapal perang itu adalah simbol kedaulatan Manila di beting yang terletak di dalam ZEE Filipina.

ZEE memberi negara hak berdaulat atas perikanan dan sumber daya alam dalam jarak 200 mil dari pantainya, tetapi tidak menunjukkan kedaulatan atas wilayah itu.

Dr Jay Batongbacal, pakar maritim di Universitas Filipina mengatakan bahwa penguasaan Second Thomas Shoal tidak hanya strategis bagi Tiongkok, tetapi juga bisa menjadi tempat lain yang ideal untuk membangun pangkalan militer. AFP/RFA/ST/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.