Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlukah Kita Berteman di Kantor? Simak Hasil Riset Ini

📅 Jumat, 04 Agu 2023, 10:23 WIB | Oleh: Tim Penulis

Elton Mayo, salah satu penemu teori organisasi modern, menyadari bahwa hubungan sosial-emosional di tempat kerja penting bagi kinerja karyawan.

Namun, sekadar berbagi informasi dengan orang lain tak membangun peluang ini - perlu adanya pertukaran yang bersifat emosional. Pertukaran emosional memerlukan seseorang untuk terbuka akan perasaan dan kekhawatirannya, hal yang tidak ada dalam pertukaran informasi biasa.

Karena pertukaran emosional ini, pertemanan di tempat kerja bisa jadi sulit. Mereka membutuhkan investasi waktu yang signifikan dan kepercayaan serta pengungkapan diri, yang bisa menakutkan bagi beberapa orang.

Jenis hubungan apa yang layak untuk dibangun?

Menjalin dan menjaga pertemanan di tempat kerja menjadi semakin penting bagi orang-orang semenjak pandemi. Dengan semakin umumnya bekerja jarak jauh dan hybrid, pertemanan di tempat kerja berperan penting dalam memberikan dukungan sosial dan emosional yang dibutuhkan para pekerja.

Sahabat di kantor memberikan paling banyak keuntungan karena jenis hubungan ini menawarkan paling banyak peluang untuk pertukaran emosi antara rekan kerja. Manfaatnya termasuk meningkatkan kebahagiaan, produktivitas, dan motivasi karyawan.

Namun, hubungan sedekat ini sulit dibangun dan cenderung melelahkan, sehingga jenis hubungan ini lebih jarang terjadi dibanding tipe lainnya.

Teman dekat dan teman sekantor adalah tipe-tipe hubungan yang paling mungkin memberikan manfaat ini tanpa membuat lelah secara emosional dan tak sulit untuk dikelola. Namun, penting untuk dicatat bahwa berteman dekat juga memiliki tantangan-tantangan yang sama dengan memiliki sahabat sekantor - termasuk risiko yang lebih tinggi akan terjadinya konflik terkait pelimpahan beban kerja.

Rekan sekantor adalah tipe hubungan di tempat kerja yang tak menawarkan keuntungan apa pun. Jika kamu ingin mendapatkan banyak hal di tempat kerja, hal terbaik yang bisa kamu dapatkan adalah berusaha membangun pertemanan.

Tak membangun pertemanan bisa merugikan

Namun, bagaimana jika kamu punya kolega yang kamu tak suka? Daripada berusaha tersenyum dan sabar menghadapi keberadaan mereka, kamu bisa membuat pilihan untuk menjauhkan diri. Ini bisa saja berarti melepaskan peranmu, atau menjaga jarak tanpa mengorbankan kemampuan untuk bekerja.

Meskipun menghindari orang yang tidak kamu sukai dapat membantu, hal itu sering kali menantang untuk dilakukan di tempat kerja. Selain itu, bersikap tidak ramah di tempat kerja - baik karena menjalin pertemanan dirasa terlalu sulit atau karena kamu menghindari orang tertentu - dapat membuat pekerjaanmu terasa kurang menyenangkan.

Pekerja yang kurang berteman biasanya lebih sedikit mendapatkan makna dari pekerjaan mereka dan memiliki lebih sedikit peluang untuk maju. Keengganan untuk membangunan pertemanan juga dapat menyebabkan tingkat kesepian dan isolasi lebih tinggi, yang pada akhirnya dapat membuatmu sakit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.