Vingegaard Juara Tour de France
Senin, 24 Jul 2023, 07:03 WIBLE MARKSTEIN - Jonas Vingegaard merasa euforia setelah menyelesaikan etape terakhir Tour de France, Minggu (23/7) dini hari WIB untuk merebut gelar keduanya secara beruntun. Setelah melewati garis finis di Vosges, Vingegaard hanya perlu ikut ke Paris untuk mengenakan kaus kuning di Arc de Triomphe sebagai pemenang balapan sepeda terhebat di dunia itu lagi.
"Ini belum berakhir sampai selesai. Jadi, perasaannya sekarang lebih euforia daripada saat memimpin di etape 17," ujar pembalap Jumbo-Visma itu. "Tour de France adalah balapan terhebat di dunia," sambung pembalap berusia 26 tahun itu dengan berseri-seri.
Ada sesuatu yang sangat istimewa tentang itu. Dia dapat memberitahu akan kembali lagi tahun depan untuk mencoba dan memenangkannya lagi. Juara dua kali Tadej Pogacar memenangi etape ke-20. Tapi Vingegaard dari Denmark memimpin atas pembalap Slovenia itu dengan selisih waktu 7 menit 29 detik menjelang etape seremonial ke garis finis di Champs Elysees di ibu kota Prancis.
"Saya tidak tahu yang terjadi, tertinggal terlalu jauh tahun ini. Setelah dua pekan saya mulai terlihat seputih kaus ini," ujar runner-up Pogacar, menunjuk ke jersey putih sebagai pembalap U-25 terbaik. Pasangan ini bersaing melewati 30 tanjakan di rute sejauh 3.400 km hingga akhirnya Vingegaard mengalahkan Pogacar. "Ini adalah satu tujuan besar saya tahun ini dan senang bisa menyelesaikannya," ujar Vingegaard.
Pembalap Inggris dan rekan setim Pogacar di UEA, Adam Yates berada di posisi ketiga dan saudara kembarnya Simon di urutan keempat. Carlos Rodriguez dari Spanyol melengkapi lima besar. Ada enam tanjakan sulit di etape 20. Pogacar telah berjanji tampil habis-habisan di etape terakhir, tapi terus diikuti di setiap kilometer oleh saingannya dari Denmark.
Saat mereka melintasi Pyrenees, melewati kebun anggur Bordeaux dan Beaujolais ketegangan meningkat karena mereka tetap terpisah hanya dalam hitungan detik. Adam Yates memenangkan etape pembuka di Bilbao, dan tampil gemilang di TdF tahun ini. Dia berada di bersama Pogacar dan Vingegaard.
Itu hasil yang layak mengingat Pogacar mengalami patah pergelangan tangan bulan April lalu dan Yates baru saja bergabung dengan Tim UEA.
"Kami tidak juara, tapi memenangkan etape dan dua tempat di podium," ujar Yates. "Ketika kami memiliki pemimpin seperti Tadej, itu sangat menyenangkan," sambungnya. ben/AFP/G-1
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.