Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Nasionalisme, Menag Minta Generasi Muda Waspadai Gerakan Radikalisme Agama

📅 Selasa, 18 Jul 2023, 07:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Nasionalisme, Menag Minta Generasi Muda Waspadai Gerakan Radikalisme Agama Doc: ANTARA/Imam Budilaksono
Ket. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memberikan sambutan secara daring dalam simposium Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan (PPIDK) Timur Tengah dan Afrika secara daring, di Tunis, Tunisia, Senin (17/7/2023).

Tunis - Perkuat nasionalisme, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta generasi muda, khususnya mahasiswa agar mewaspadai gerakan dan jaringan radikalisme dalam upaya menanamkan radikalisme agama, paham kebencian terhadap simbol agama lain.

"Tidak bisa dibantah bahwa kalangan muda merupakan sasaran bagi gerakan dan jaringan radikalisme agama untuk menanamkan paham radikal agama, paham kebencian terhadap simbol agama lain, dan kebencian simbol negara," kata Yaqut saat memberikan sambutan dalam pembukaan simposium Perhimpunan Pelajar Indonesia Dunia Kawasan (PPIDK) Timur Tengah dan Afrika secara daring, di Tunis,Tunisia, Senin.

Yaqut mengaku prihatin setelah membaca hasil penelitian Maarif Institute dan beberapa lembaga riset yang menyatakan bahwa jaringan radikalisme pemikiran keagamaan sudah menyusup di kalangan generasi muda, khususnya siswa dan mahasiswa.

Menurut dia, fenomena itu sangat mengkhawatirkan bukan hanya dalam konteks masa depan Islam sebagai rahmat untuk semua alam, namun juga peradaban nusantara dan dunia.

"Kita tahu bahwa usia sekolah dan kuliah merupakan masa yang paling rawan di tengah belum matangnya kondisi psikologi mereka, ditambah belum memadainya pemahaman keagamaan," ujarnya.

Dia menjelaskan akibat pemahaman agama yang salah tersebut, seringkali kelompok jaringan radikalisme tersebut mengusung ideologi kebencian terhadap agama dan pemerintah.

Menurut dia, jaringan tersebut menganggap sistem pemerintahan yang dijalankan pemerintah sebagaitaghutkarena secara formal tidak mengikuti Al Quran.

"Mahasiswa mulai disusupi keyakinan bahwa menyanyikan lagu kebangsaan, hormat bendera adalah haram. Fenomena itu bertentangan dengan prinsip Islam,rahmatan lil alamindan moderasi beragama," katanya.

Yaqut meminta para mahasiswa Indonesia menjadi duta moderasi beragama yaitu tidak hanya menanamkan kecintaan terhadap agama, namun juga kepada bangsa dan negara.

Sebab, menurut dia, relasi antara agama dan negara adalah dua hal yang saling berkaitan sehingga tidak mungkin dibenturkan.

"Indonesia bukan negara sekuler ataupun negara agama. Agama memberikan moral spiritual dan mengajarkan etika berbangsa serta bernegara sehingga agama-negara bukan untuk dipisahkan, namun saling berkaitan," ujarnya.

Yaqut mengingatkan bahwa generasi muda tidak hanya harus taat pada agama, namun juga mencintai serta setia terhadap negara sehingga tercipta generasi yang religius dan nasionalis.

Menurut dia, citra bangsa Indonesia di mata internasional sangat tergantung bagaimana generasi muda bersikap dan bertindak di negara lain.

"Jika kita bersikap dan berbudaya baik maka citra bangsa Indonesia akan baik juga. Oleh karena itu mari kita senantiasa memberikan kontribusi yang paling baik untuk bangsa kita sesuai kapasitas yang kita miliki masing-masing," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.