Perkuat Kerja Sama, Menlu RI Tekankan Dua Prioritas Pada Penguatan Hubungan Asean-Norwegia

Sabtu, 15 Jul 2023, 00:15 WIB

Jakarta - Perkuat kerja sama. Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi menekankan dua prioritas pada penguatan hubungan trilateralantara Indonesia, Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) dan Norwegia, yaitu menjaga perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik..

"Kemitraan kita perlu fokus pada dua prioritas," kata Retno dalam Pertemuan Trilateral antara Indonesia, Norwegia dan Asean, di Jakarta, Jumat.

Retnomengatakan, selama delapan tahun terakhir, Dialog Sektoral Asean-Norwegia telah membuat langkah signifikan mulai dari isu hak asasi manusia (HAM), hingga energi dan perubahan iklim.

Perdagangan yang didasarkan pada Kesepakatan Perdagangan Bebas Asean-Eropa (Asean-EFTA) juga meningkat lebih dari tiga kali lipat.

"Kami berharap dapat memperkuat hubungan ekonomi, termasuk melalui kesimpulan Deklarasi Gabungan Asean-EFTA pada Kerja Sama. Kami memahami pentingnya kolaborasi, kita tidak dapat mencapai keamanan kolektif dengan mengorbankan ketidakamanan yang lain," katanya.

Pemahaman tersebut menjadi alasan Asean untuk bekerja dengan sangat keras membangun dan menjaga arsitektur kawasan yang inklusif.

Prioritas berikutnya adalah perlunya mempercepat transisi energi Asean. Retno mengatakan energi dan perubahan iklim tetap menjadi prioritas unggulan dalam kerja sama Asean-Norwegia.

Tahun lalu, Asean-Norwegia sepakat untuk meningkatkan kemitraan ini dengan memanfaatkan sekitar 2,5 juta dolar Amerika (sekitar Rp37,3 miliar) selama empat tahun ke depan.

"Kami mengharapkan dukungan yang terus berlanjut dari Norwegia dalam mengatasi tantangan yang dihadapi Asean pada upaya transisimenuju energi yang berkelanjutan," kata Retno.

Pada akhirnya, di tengah situasi global yang menantang dan penuh persaingan saat ini, Asean membutuhkan dukungan dari semua mitra, termasuk Norwegia, guna mewujudkan visinya sebagai episentrum pertumbuhan.

Pertemuan trilateral Indonesia-Norwegia-Asean digelar di sela-sela Pertemuan Menteri Luar Negeri Asean (AMM) ke-56 yang digelar dari 10-14 Juli 2023. Rangkaian AMM ke-56 diikuti oleh hampir seluruh anggota Asean dan Timor Leste.

Sementara itu, Myanmar yang masih belum dapat menyelesaikan krisis politik di negaranya kembali absen dalam pertemuan Asean karena tidak mengirimkan perwakilan non-politis.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.