Tanpa Penanganan, Bencana Bakal Gerus PDB

Jumat, 14 Jul 2023, 00:02 WIB

JAKARTA - Perekonomian Indonesia diperkirakan akan menderita kerugian sekitar 0,66-3,45 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) jika perubahan iklim dibiarkan tanpa penanganan.

Apabila Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2023 sekitar 20 ribu triliun rupiah, dapat dibayangkan income per kapita di Tanah Air bisa meningkat hingga 10 ribu dollar AS pada 2030 dengan asumsi pertumbuhan ekonomi terjaga di angka 5-7 persen plus inflasi. Hal itu berarti size PDB Indonesia bisa mencapai dua kali lipat dalam kurang dari 7 tahun ke depan.

Ket. Foto: Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berupa solar panel system di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. — Sumber: ANTARA/HO-ANGKASA PURA I

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, dalam acara The 11th Indonesia EBTKE Conference and Exhibition 2023 bertajuk "From Commitment to Action: Safeguarding Energy Transition Towards Indonesia Net Zero Emissions 2060" yang dipantau Antara secara daring di Jakarta, Rabu (12/7), mengatakan kalau PDB dua kali lipat dari sekarang atau 40 ribu triliun rupiah, maka ekonomi Indonesia akan menderita kerugian 3,45 persen dari perkiraan GDP tersebut.

"Kita akan menghadapi potential damage dan loss yang sangat signifikan (akibat perubahan iklim jika tidak ditangani-red)," kata Menkeu.

Kebutuhan Energi

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan energi, dia mengatakan diperlukan cara untuk membangun pembangkit listrik tanpa memperburuk CO2.

"The only solution untuk kita growing demand yang direspons dengan growing supply untuk energi tanpa memperburuk atau bahkan mengurangi CO2 emission adalah renewable energy. That's the only way," kata Menkeu.

Peneliti SustainabilityLearning Center (SLC), Hafidz Arfandi, yang diminta pendapatnya mengatakan secara global desakan untuk transisi meningkat terutama dalam aspek finansial, di mana pasar investasi dan obligasi akan memberikan insentif bagi upaya transisi energi.

Sebaliknya, dunia juga memberikan punishment pada sektor-sektor yang tinggi emisi, mulai dari bunga kredit yang lebih tinggi ataupun dimasukkan daftar negatif investasi.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.