Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cawapres Miliki Posisi Strategis Dongkrak Kemenangan Capres

📅 Kamis, 13 Jul 2023, 01:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cawapres Miliki Posisi Strategis Dongkrak Kemenangan Capres Doc: istimewa
Ket. Akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Dr. Indaru Setyo Nurprojo

PURWOKERTO - Figur calon wakil presiden (cawapres) dinilai memiliki posisi strategis untuk mendongkrak kemenangan calon presiden pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Penilaian tersebut diungkapkan Akademisi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Dr. Indaru Setyo Nurprojo di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/7).

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed itu mengatakan para calon presiden (capres) beserta koalisi partai politiknya hingga saat ini masih memilah figur cawapres, sehingga masing-masing capres belum mengumumkan cawapresnya.

"Saya pikir mereka sekarang lagi menghitung walaupun mereka sudah mengantongi beberapa hal tentang figur dan sebagainya. Cuma kriterianya tidak lagi populer karena selain populer, tentunya kemudian diterima pemilih," katanya.

Menurut dia, pemilih pun terspesifikasi menjadi pemilih dari kalangan anak muda, pemilih yang berbasis identitas atau agama, dan sebagainya yang menjadi pertimbangan-pertimbangan untuk menentukan figur cawapres yang akan diusung.

Dalam hal ini, kata dia, kriteria cawapres yang akan dipilih bukan hanya popularitas figur tersebut, tetapi bagaimana yang bersangkutan bisa diterima oleh publik yang berasal dari generasi muda, bisa dari lingkungan yang berbasis etnis.

"Ini yang saya pikir menjadi pertimbangan-pertimbangan utama, misalnya yang bisa diterima publik berasal dari basis nahdiyin," jelasnya.

Selanjutnya dari sekian banyak faktor, kata dia, tentu masih akan dispesifikasikan lagi pada kriteria-kriteria yang kemudian bisa juga diterima oleh publik dan mendapat kepercayaan publik.

Sebaiknya Anda baca juga:

Disinggung kemungkinan masing-masing capres saling menunggu pengumuman cawapres, dia mengatakan hal itu bisa saja terjadi, tetapi tidak lepas dari berbagai perhitungan mengenai sosok cawapres yang akan diusung tersebut.

"Itu tentu tidak lepas dari ruang-ruang tadi yang saya sampaikan. Cuma tentang figur itulah yang kemudian menjadi perhitungan dan saya pikir enggak jauh dari figur-figur yang secara ideologi, secara sudut pandang melihat persoalan-persoalan kebangsaan ini lebih luas, lebih tidak bersifat kelompok, dan sebagainya," jelasnya.

Oleh karena itu, kata dia, saat sekarang muncul sejumlah nama cawapres yang secara kultural berbasis nahdiyin seperti Yenny Wahid, Mahfud MD, dan sebagainya.

"Jadi saya melihat bahwa posisi calon wakil presiden ini punya posisi strategis untuk mendongkrak kemenangan calon presidennya," tegas Indaru.

Bentuk Pendekatan

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku belum bertemu dengan bacapres dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Ganjar Pranowo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

50 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.