Sudah 9 Ribu Warga Sipil Tewas dalam 500 Hari Perang Ukraina

Sabtu, 08 Jul 2023, 17:36 WIB

KYIV - Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Jumat (7/7) mengatakan, lebih dari 9 ribu warga sipil, termasuk 500 anak-anak, telah tewas sejak Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022, mengutuk penderitaab yang harus ditanggung warga sipil ketika perang di Ukraina mencapai tanda 500 hari.

Misi Pemantau Hak Asasi Manusia PBB di Ukraina atau Human Rights Monitoring Mission in Ukraine (HRMMU) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka "menyesalkan harga yang harus dibayar oleh sipil dari perang di Ukraina" dan dapat mengkonfirmasi bahwa 9.000 warga sipil telah tewas sejauh ini dalam konflik tersebut.

Ket. Foto: UN Human Rights Monitoring Mission di Ukraina menyesalkan jumlah korban sipil yang 'mengerikan'. — Sumber: Istimewa

Dilaporkan oleh Al Jazeera, misi tersebut memperingatkan bahwa jumlah korban sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi daripada jumlah kematian yang dikonfirmasi secara resmi.

"Hari ini kami menandai tonggak suram lainnya dalam perang yang terus menimbulkan korban mengerikan pada warga sipil Ukraina," kata Noel Calhoun, wakil kepala HRMMU, dalam pernyataan.

Sementara tahun ini jumlah korban di Ukraina rata-rata lebih rendah daripada 2022, angka itu mulai naik lagi pada Mei dan Juni, catat para pemantau.

Pada 27 Juni, 13 warga sipil, termasuk empat anak, tewas dalam serangan rudal di Kramatorsk di timur Ukraina. Dan jauh dari garis depan di kota Lviv, Ukraina barat , 10 orang tewas dan 37 lainnya terluka dalam serangan rudal pada Kamis pagi yang disebut walikota sebagai serangan terbesar terhadap infrastruktur sipil sejak invasi dimulai.

PBB mengatakan bahwa serangan itu juga yang pertama terjadi di kawasan yang dilindungi oleh Konvensi Warisan Dunia dan telah merusak sebuah bangunan bersejarah.

Misi pemantauan PBB di Ukraina juga mencatat bahwa tiga kali lebih banyak warga sipil tewas dalam 500 hari terakhir dibandingkan dengan seluruh delapan tahun permusuhan sebelumnya di Ukraina timur, ketika separatis yang didukung Rusia merebut Krimea dan daerah lainnya.

Rusia secara teratur membombardir Ukraina dengan serangan udara, termasuk tembakan artileri dan rudal sembarangan yang sangat mematikan bagi warga sipil. Rusia juga telah menyerang infrastruktur sipil dan jalur pasokan, merampas listrik dan air warga sipil.

Kota Bucha dan Mariupol menjadi buah bibir atas kekejaman Rusia tahun lalu, setelah laporan dan gambar pembantaian di sana mengejutkan dunia dan memicu tuduhan kejahatan perang dan bahkan genosida.

Pada hari Jumat, AS mengumumkan bahwa mereka akan memberikan pasukan Ukraina dengan bom Cluster, yang dikecam oleh kelompok hak asasi manusia karena bahaya yang ditimbulkan pada warga sipil dengan penggunaan senjata semacam itu.

Bom cluster melepaskan sejumlah bom kecil di wilayah yang luas dan sifat bahan peledak yang tidak pandang bulu menghadirkan ancaman besar bagi warga sipil, baik selama konflik maupun lama setelahnya karena persentase bom yang gagal meledak.

Lebih dari 120 negara telah menandatangani Konvensi PBB 2008 untuk melarang penggunaan senjata tersebut.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Empat Wisatawan Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Tuturuga Minahasa, Kenzy Masih Hilang

Pemkot Tebing Tinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung

Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman

Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Ada Perbaikan, Kontraflow DIberlakukan

Pemerintah Tunjuk Sejumlah Menteri Tangani Karhutla Per Wilayah

6 Cara Mudah Kurangi Kerutan di Wajah Tanpa Perlu Perawatan Mahal ke Klinik

Pemkot Samarinda Perkuat Program Tamasya Wujudkan Kota Layak Anak

Anggota DPR Dorong Perlindungan Pekerja di Agam

Pemerintah Lakukan Pemutakhiran Data Bansos untuk Kurangi Salah Sasaran

Sambil Serap Aspirasi, Demokrat Jatim Gelar Lomba Rakyat Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Kapolda Lampung: Ratusan Personel Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla di Way Kambas

Menekraf Ungkap Ekosistem Ekonomi Kreatif Solusi Tekan Pengangguran di Kota Malang

Mentan: Stok Beras Lebih dari 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan Aman

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.