Vaksinasi Covid-19 Terintegrasi Vaksinasi Rutin

Selasa, 04 Jul 2023, 01:05 WIB

JAKARTA - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Maxi Rein Rondonuwu, mengungkapkan, vaksinasi Covid-19 akan terintegrasi dengan vaksinasi rutin. Prosesnya akan menyasar kelompok berisiko seperti para lanjut usia (lansia).

"Vaksinasi diintegrasikan ke vaksinasi rutin. Sasarannya kelompok berisiko seperti lansia," ujar Maxi dalam Forum Merdeka Barat 9, di Jakarta, Senin (3/7).

Ket. Foto: Tangkapan layar - Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu saat menjadi pembicara dalam Dialog FMB9 bertajuk “Resmi, COVID-19 Menjadi Endemi” yang diikuti dalam jaringan di Jakarta, Senin (3/7). — Sumber: ANTARA/Andi Firdaus

Dia menambahkan, pembiayaan vaksinasi akan ditanggung pemerintah. Pihaknya telah berkoordinasi dengan para epidemiolog serta akan merancang Peraturan Menteri Kesehatan untuk mengatur mekanisme vaksinasi. "Itu harus diintegrasikan ke vaksinasi rutin dengan melihat sasaran menjadi prioritas ke dalam biaya vaksin program pemerintah yaitu lansia dan komorbid," jelasnya.

Maxi memastikan pihaknya berkomitmen mengejar target vaksinasi untuk lansia. Saat ini, baru 70 persen lansia yang sudah vaksinasi primer.

Dia menuturkan, adanya program vaksinasi terintegrasi tidak akan mengurangi pelayanan terhadap penyakit komorbid. Dengan program vaksinasi terintegrasi, para lansia bisa memeriksakan komorbid sekaligus mendapat vaksinasi Covid-19.

"Di samping dia check up untuk komorbid, kita vaksin Covid-19. jadi bukan hanya vaksin, tapi komorbidnya juga. Jadi komprehensif," tandasnya.

Maxi mengemukakan Indonesia masih menyisakan persediaan vaksin Covid-19 sebanyak 5 juta dosis yang cukup hingga akhir 2023.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.