IMF Kerjakan 'Platform' Mata Uang Digital Bank Sentral Global

Rabu, 21 Jun 2023, 00:00 WIB

MAROKO - Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) sedang mengerjakan platform untuk mata uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currencies (CBDC) yang memungkinkan transaksi antarnegara. Demikian dikatakan Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, di Maroko, Senin (19/6).

"CBDC tidak boleh terfragmentasi proposisi nasional.... Untuk memiliki transaksi yang lebih efisien dan adil, kami membutuhkan sistem yang menghubungkan negara. Kami membutuhkan interoperabilitas," kata Georgieva dalam konferensi yang dihadiri bank sentral Afrika di Rabat, Maroko.

Ket. Foto: Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva tiba di 10 Downing Street di Kota London, Inggris, beberapa waktu lalu. — Sumber: DANIEL LEAL / AFP

"Untuk alasan ini di IMF, kami sedang mengerjakan konsep platform CBDC global," katanya.

Seperti dikutip dari Antara, Georgieva mengatakan MF ingin bank sentral menyepakati kerangka peraturan umum untuk mata uang digital yang akan memungkinkan interoperabilitas global. Kegagalan untuk menyepakati platform bersama akan menciptakan kekosongan yang kemungkinan akan diisi oleh mata uang kripto.

CBDC adalah mata uang digital yang dikendalikan oleh bank sentral, sementara mata uang kripto hampir selalu terdesentralisasi. "Sudah 114 bank sentral berada pada tahap eksplorasi CBDC, dengan sekitar 10 sudah melewati garis finis," katanya.

"Jika negara-negara mengembangkan CDBC hanya untuk penyebaran domestik, kami kurang memanfaatkan kapasitasnya," dikutip dari Reuters.

Lebih Murah

CBDC dapat membantu mempromosikan inklusi keuangan dan membuat pengiriman uang lebih murah, katanya, mencatat bahwa biaya rata-rata transfer uang mencapai 6,3 persen atau setara dengan 44 miliar dollar AS per tahun.

Georgieva menekankan CBDC harus didukung oleh aset dan menambahkan mata uang kripto adalah peluang investasi ketika didukung oleh aset-aset, tetapi jika tidak, itu adalah investasi spekulatif.

Menurut dia, IMF menyepakati perlunya melanjutkan dialog tentang CBDC dan mengumpulkan serta berbagi pengetahuan dan informasi untuk kepentingan negara-negara anggota kami di Afrika, Timur Tengah, dan sekitarnya.

"Kami juga menyoroti pentingnya meningkatkan upaya koordinasi kami terkait hubungan antara digitalisasi, tekfin, dan reformasi ekonomi," ujarnya.

Georgieva menekankan CBDC dapat membantu meningkatkan inklusi dengan memberi lebih banyak orang akses ke layanan keuangan, dan dengan biaya lebih rendah, memperkuat ketahanan dan efisiensi sistem pembayaran, serta membuat pembayaran lintas batas dan pengiriman uang lebih murah dan lebih cepat.

"Namun, jika dirancang dengan buruk, CBDC juga dapat menimbulkan risiko stabilitas keuangan, privasi data dan tantangan hukum, integritas keuangan dan risiko dunia maya, serta risiko operasional bank sentral," ujarnya.

Selain itu, CBDC dapat mengurangi jumlah perantara dalam pembayaran lintas batas, mendorong persaingan, dan meningkatkan transparansi. Namun, akses mudah ke CBDC asing dapat menimbulkan risiko substitusi mata uang dan volatilitas aliran modal.

"Ini adalah pertimbangan penting bagi IMF, karena kami memiliki mandat untuk membantu memastikan uang digital, termasuk CBDC, mendorong stabilitas ekonomi dan keuangan domestik dan internasional," katanya.

Dalam hal inilah dia melihat forum meja bundar ini sebagai kelanjutan dari percakapan kami baru-baru ini, September 2022 di Jeddah tentang CBDC di wilayah tersebut.

"Ini sejalan dengan dua makalah IMF tentang CBDC, satu tentang 'CBDC dan Pembayaran Digital Swasta di Afrika Sub-Sahara', dan satu lagi tentang 'Peta jalan menuju CBDC di Timur Tengah dan Asia Tengah' yang akan memberikan analisis dan pembelajaran baru dari daerah-daerah tersebut," ungkap dia.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.