Gerak Cepat, Mensos: Pengentasan Kemiskinan Ekstrem Jadi Fondasi Berantas TPPO
Rabu, 21 Jun 2023, 16:17 WIBJakarta - Gerak cepat. Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan pengentasan kemiskinan ekstrem menjadi fondasi untuk memberantas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
"Core(inti) TPPO itu kemiskinan, maka dari itu di perbatasan rentan TPPO. Kalau ekonominya baik, tidak mungkin mereka tergiur ajakan-ajakan itu. Untuk itu kita di Kementerian Sosial berupaya melakukan penguatan kemandirian agar mereka tidak tergiur untuk migrasi," kata Menteri Risma di Jakarta, Rabu.
MensosRisma mengatakanada pendekatan khusus untuk kawasan perbatasan, dimana kasus TPPObanyak terjadi yaitu dengan menguatkan mereka untuk membangun usaha agar bisa keluar dari kemiskinan.
"Di Kalimantan Selatan misalnya, itu ada TPPO, korbannya dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk ituterus kita gali potensi apa yang bisa dilakukan untuk perbaikan ekonominya," kata Mensos Risma.
Ia mengatakan Kementerian Sosial (Kemensos) menangani korban TPPOdi beberapa tempat dengan memberikan bantuan usaha untuk komunitas. "Adatreatmentkhusus di kawasan-kawasan perbatasan, diantaranya di Sebatik dan Krayan, Kalimantan Utara. Wini, Nusa Tenggara Timur, Malaka yang berbatasan dengan Singapura, dan Skouw, Papua," katanya.
Di Wini, lanjutnya, selain membantu para ibu, juga ada bantuan peralatan untuk tenun, serta bunga matahari yang dimanfaatkan untuk minyak.
"Di Wini, mereka sudah panen tiga kali, sudah dibentuk koperasi juga. Mereka juga menjadikan biji bunga matahari untuk minyak goreng. Bahkan kepala desa juga menjadikannya tempat wisata, karena sudah tumbuh bagus itu bunganya," ujar MensosRisma.
Sedangkan di Skouw, Papua, katanya, juga ada pemberdayaan masyarakat untuk ternak petelur, ternak babi, dan beberapa anak dikirim untuk mengikuti pelatihan di NTT. "Ada yang dikirim ke NTT untuk belajar jahit, kita bantu agar dia bisa buat usaha di situ," tuturnya.
Selain itu, di Bertam, perbatasan Singapura, juga diserahkan bantuan kapal untuk anak-anak sekolah.
MensosRismamenjelaskanselama ini korban TPPO sudah ditangani di beberapa balai milik Kemensos. Kemensos memiliki 37 balai yang tersebar di berbagai provinsi, yang juga menjadi pusat pelatihan.
"Kita juga dibantu oleh Pos Batas Lintas Negara (PBLN). Nanti akan ada empat kios di lokasi PBLN, salah satunya perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini, akan kita buat kios untuk warga berdagang," ucapnya.
Ia menegaskankasus pengentasan kemiskinan ekstrem ini menjadi upaya utama dari Kemensos untuk memberantas TPPO, karena masyarakat juga tentu terpaksa melakukannya karena masalah ekonomi.
"Saya yakin mereka itu terpaksa melakukannya. Kita harus turun karena itu berat, kalau masyarakat mandiri ekonominyakan bisa tertangani," kata MensosRisma.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
PLN UP3 Meulaboh Bangun Jaringan Listrik Baru untuk Huntara di Desa Lawet Aceh Barat
-
Perang Iran Dapat Menjerumuskan 32 Juta Orang di Seluruh Dunia Dalam Kemiskinan
-
iQOO 15R Resmi Hadir: Cek Harga dan Spesifikasi di Sini
-
Prabowo Kunjungi Jepang, Perkuat Kerja Sama Strategis dari Perdagangan hingga Teknologi
-
Spotify Upgrade Fitur Lirik Global: Ada Terjemahan, Mode Offline, dan Tampilan Baru
-
Rupiah Hari Ini Tergelincir Pelan-pelan: Pasar Tahan Napas Tunggu Sinyal The Fed
-
Viral Pernyataan Zakat, Nasaruddin Umar Luruskan: Bukan Tinggalkan, tapi Perluas Filantropi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.