Potensi Ekspor Produk Mebel Masih Besar
Senin, 19 Jun 2023, 08:55 WIBJAKARTA - Peluang produk mebel dan kerajinan nasional masuk ke pasar global masih terbuka lebar. Hal itu disebabkan oleh maraknya pembangunan yang diproyeksikan akan menciptakan permintaan yang cukup besar pada produk mebel dan kerajinan nasional.
"Meskipun, kondisi perekonomian dunia belum pulih akibat kondisi geopolitik, ternyata permintaan terhadap produk mebel dan kerajinan masih terus tumbuh," kata Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki), Abdul Sobur melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (18/6).
Saat ini, lanjutnya, di sela Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Himki di Solo, Jawa Tengah pada 16-17 Juni 2023, Tiongkok masih memimpin sebagai eksportir terbesar produk mebel dunia.
Dengan demikian, menurut dia, sebenarnya peluang pasar global terhadap produk mebel dan kerajinan masih terbuka yang disebabkan oleh maraknya pembangunan yang diproyeksikan akan menciptakan permintaan yang cukup besar akan produk mebel dan kerajinan nasional.
Abdul Sobur menambahkan sampai saat ini pasar Amerika Serikat (AS) dan Eropa adalah pasar terbesar produk mebel dan kerajinan nasional, namun demikian, Indonesia harus terus berusaha untuk menembus pasar-pasar baru.
Apalagi, tambahnya, kondisi semakin menurunnya permintaan pasar tradisional (AS dan Eropa), yang mana kedua kawasan terbut mengalami inflasi yang cukup besar.
"Untuk mengantisipasi jika situasi semakin memburuk, kita harus memanfaatkan dan mengoptimalkan emerging market, seperti Timur Tengah, India dan pasar Asia lainnya," katanya.
Menurut dia, berbagai upaya untuk meningkatkan industri mebel dan kerajinan nasional akan dibahas di rapimnas, mengingat sektor tersebut adalah industri masa depan bagi Indonesia karena memiliki potensi pengembangan yang sangat besar, baik dari sisi bahan baku, sumber daya manusia, maupun serapan pasarnya.
Industri mebel dan kerajinan, lanjutnya, merupakan salah satu industri prioritas yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi, berdaya saing global, sebagai penghasil devisa negara serta menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang signifikan, dan didukung oleh sumber bahan baku yang cukup berupa kayu, rotan, maupun bambu.
Daya saing industri mebel dan kerajinan Indonesia di pasar global, menurut dia, terletak pada sumber bahan baku alami yang melimpah dan berkelanjutan, didukung oleh keragaman corak dan desain yang berciri khas lokal, serta ditunjang oleh sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Mengutip data BPS, Abdul Sobur mengungkapkan ekspor produk mebel dan kerajinan Indonesia selama Januari-Maret 2023 senilai 658,85 juta dollar AS atau turun 34,6 persen dibandingkan periode yang sama 2022 mencapai 1,01 miliar dollar AS.
Berita Terkait:
-
464 Sekolah Rusak Parah, DPRD Sampang Minta Pemkab Gunakan Dana BTT Darurat
-
Fasilitas Dagang Bakal Dicabut 2027, Kemendag Kebut CEPA RI-Inggris
-
BPS Catat Ekspor Papua Barat Turun 22,37 Persen hingga Agustus 2026
-
Semburan asap di Pasar Baru
-
KKP Tetapkan Kawasan Konservasi Teon, Nila & Serua Seluas 683 Ribu Ha
-
171 Desa Jadi Benteng Baru! Imigrasi Sumut Perketat Cegah TPPO dan TPPM
-
Cuaca Jakarta: BMKG Prakirakan Jakarta Timur Hujan Ringan pada Sabtu Sore
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.