UMKM Jadi Tumpuan Buka Peluang Kerja Saat Sektor Formal Melambat

Rabu, 15 Jul 2026, 01:10 WIB

JAKARTA - Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tetap menjadi tumpuan strategis bagi Indonesia untuk terus menciptakan peluang kerja baru di tengah perlambatan sektor formal.

Pakar ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Imamudin Yuliadi menilai sektor tersebut jadi tumpuan seiring dengan turunnya optimisme masyarakat terhadap ketersediaan lapangan kerja pada Juni 2026 karena didorong persepsi negatif akibat ketidakpastian ekonomi global dan domestik.

Ket. Foto: Imamudin Yuliadi Pakar Ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) - UMKM memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi dan terbukti resilien, asalkan didukung oleh regulasi yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha. — Sumber: antara

“Peluang menciptakan lapangan kerja masih sangat terbuka melalui sektor UMKM. Sektor ini memiliki daya serap tenaga kerja yang tinggi dan terbukti resilien, asalkan didukung oleh regulasi yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha untuk terus mengembangkan bisnisnya,” kata Imamudin.

Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) yang menunjukkan penurunan optimisme masyarakat terhadap lapangan kerja pada Juni 2026 merupakan cerminan dari meningkatnya kehati-hatian masyarakat. Hal itu dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari perlambatan aktivitas dunia usaha, fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor, hingga tekanan inflasi dan pelemahan nilai tukar rupiah.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat masih cenderung memandang lapangan kerja dari sisi formal. Ketika perusahaan-perusahaan besar melakukan efisiensi atau PHK akibat tekanan biaya operasional, masyarakat secara psikologis merasa peluang kerja semakin sempit.

“Kalau perusahaan yang sudah berjalan saja harus melakukan PHK karena tekanan ekonomi, tentu masyarakat akan bertanya bagaimana peluang rekrutmen bagi pencari kerja baru. Persepsi seperti itulah yang berkembang sehingga optimisme terhadap lapangan kerja menjadi menurun,” jelasnya.

Namun, di tengah tantangan tersebut, UMKM bersama sektor pariwisata jelasnya memiliki potensi besar untuk menjadi mesin penggerak penyerapan tenaga kerja. Jika program-program strategis pemerintah di sektor itu dijalankan secara konsisten dengan tata kelola yang baik, maka kebergantungan masyarakat terhadap lapangan kerja formal dapat tereduksi.

“Hal yang diperlukan saat ini adalah regulasi yang mampu memberikan kepastian dan optimisme bagi pelaku UMKM untuk berinovasi. Dengan ekosistem yang sehat, UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu melakukan ekspansi yang otomatis membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk terus memfasilitasi akses pasar, pembiayaan, serta pendampingan bagi pelaku UMKM agar skala usaha mereka dapat meningkat. Dengan memperkuat basis ekonomi kerakyatan, Indonesia memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik menghadapi dinamika geopolitik dan tantangan global.

Diberi Perhatian

Sementara itu,Dosen Magister Ekonomi Terapan Universitas Katolik Atma Jaya, YB. Suhartoko mengatakan UMKM selayaknya diberi perhatian yang lebih serius dan berkelanjutan. Perhatian itu, lanjutnya, harus mencakup keterkaitan ke belakang berupa kepastian pasokan input yang murah, dan ke depan berupa jaminan penjualan output.

Ia pun mengkritisi kebijakan pengembangan UMKM selama ini. Menurutnya, program yang dijalankan pemerintah masih bersifat seremonial dan seringkali jauh dari tindakan nyata yang berkelanjutan.

“Kritik utama terhadap kebijakan pengembangan UMKM di Indonesia masih menyoroti program yang masih bersifat seremonial. Kemudian akses kredit yang terbatas, pendampingan manajemen yang terbatas,” katanya.

“Ke depan program pemberdayaan UMKM harus lebih nyata dilakukan, terukur, dan terintegrasi sehingga evaluasi capaiannya akan terlihat,” tutup Suhartoko.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.