Gawat, Belasan Sapi di Sukabumi Terjangkit PMK dan LSD

Senin, 19 Jun 2023, 23:10 WIB

Sukabumi - Gawat, hasil pemeriksaan kesehatan hewan terhadap puluhan lapak penjualan hewan kurban di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi menemukan belasan ekor sapi terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD) .

"Belasan sapi tersebut 10 ekor terjangkit PMK dan empat ekor terjangkit LSD. Penemuan ini setelah kami melakukan pemeriksaan kesehatan di 66 lapak penjualan hewan kurban," kata Kepala DKP3 Kota Sukabumi Adrian Hariadi di Sukabumi, Senin,

Menurut Adrian, belasan ekor sapi yang terjangkit penyakit itu ditemukan di lapak penjualan hewan kurban di wilayah Kelurahan Nyomplong, Kecamatan Warudoyong. Sapi yang terindikasi pengidap PMK maupun LSD ini sudah dilakukan isolasi atau karantina dan diberikan pengobatan.

Dengan adanya temuan ini, pihaknya meningkatkan pengawasan apalagi mendekati perayaan Idul Adha 1444 H lapak penjualan hewan kurban biasanya menjamur di berbagai wilayah di Kota Sukabumi yang dikarenakan permintaan meningkat.

Diduga belasan sapi itu tertular PMK maupun LSD saat dalam perjalanan dari luar daerah menuju Kota Sukabumi, di mana saat proses pengiriman hewan memamah biak akan mudah terserang penyakit karena kondisi kesehatannya turun.

Maka dari itu, antisipasi terjadinya penyebaran LSD maupun PMK di wilayah Kota Sukabumi pihaknya pun mengimbau kepada pedagang hewan kurban untuk memastikan kondisi kesehatan hewan maupun kandangnya.

Jika dicurigai adanya hewan kurban yang terjangkit penyakit baik agar segera dijauhkan atau dikarantina dari hewan ternak lainnya. Dan apabila butuh pengobatan atau pemeriksaan kesehatan, bisa menghubungi petugas DKP3 Kota Sukabumi atau berkonsultasi dengan dokter hewan.

"Penanganan PMK dan LSD ini harus cepat karena penyakit tersebut mudah menular, sehingga harus ditempatkan khusus agar tidak tercampur dengan ternak khususnya hewan kurban," tambahnya.

Adrian mengatakan, hingga saat ini ada 1.404 hewan kurban yang dijual di lapak-lapak yang sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan dengan rincian 700 sapi, empat kerbau, dan 700 domba. Hewan kurban yang lolos pemeriksaan kesehatan dipasang tanda di bagian kuping dan memiliki barcode serta sudah dilakukan vaksinasi.

Tujuan pemasangan tanda dan barcode, agar calon pembeli bisa mengetahui kondisi riwayat kesehatan hewan itu. Dan pemeriksaan serupa akan terus dilakukan hingga hari H penyembelihan hewan kurban.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.