Pemkab Kulon Progo Sebut Kunjungan Manunggal Fair 100 Ribu Pengunjung
Minggu, 04 Okt 2026, 16:24 WIBKULON PROGO -- Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebut kunjungan Pameran Pembangunan Manunggal Fair 2026 di Alun-Alun Wates mencatatkan angka kunjungan lebih dari 100 ribu orang hingga hari ketujuh pelaksanaannya meskipun diselenggarakan tanpa mengunakan dana APBD.
âKepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kulon Progo Bambang Sutrisno di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan kegiatan dalam rangka Hari Jadi Ke-75 Kabupaten Kulon Progo tersebut sepenuhnya diselenggarakan dan didanai oleh Perumda Aneka Usaha Kulon Progo melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.
â"Penyelenggaraan Manunggal Fair tahun ini tidak menggunakan APBD Kabupaten Kulon Progo. Seluruh biaya operasional menjadi tanggung jawab Perumda Aneka Usaha," kata Bambang.
âBambang menjelaskan, kerja sama tersebut tertuang dalam perjanjian tertulis pada 15 Juli 2026. Perumda Aneka Usaha bertanggung jawab atas operasional dan pendanaan, sedangkan Pemkab Kulon Progo melalui Diskominfo berperan dalam koordinasi, pengawasan, dan penyebarluasan informasi.
âIa mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak yang menjaga ketertiban acara, serta mengingatkan panitia untuk memastikan kebersihan kawasan Alun-Alun Wates pascakegiatan.
âDirektur Utama Perumda Aneka Usaha Kulon Progo Muhammad Nasta'in menyampaikan bahwa Manunggal Fair 2026 diusung dengan semangat kemandirian dan efisiensi melalui kolaborasi agar dapat mendorong perputaran ekonomi lokal.
â"Kita berdiri di kaki sendiri dengan cara berkolaborasi, bersinergi, serta menjaga efisiensi agar kegiatan tetap meriah," kata Nasta'in.
âGuna mendukung penguatan ekonomi lokal, Pemkab Kulon Progo turut menyelenggarakan Gebyar UMKM yang melibatkan 125 pelaku usaha dengan dukungan Dana Keistimewaan pada 25 September hingga 3 Oktober 2026.
âKepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kulon Progo Iffah Mufidati memaparkan, sebanyak 101 peserta bergerak di bidang kuliner dan 24 peserta di bidang kriya, busana, serta aksesori.
â"Konsep yang kita usung adalah mengangkat potensi lokal, salah satunya sentra bambu yang kita gunakan dalam dekorasi. Selain itu, kita juga mengangkat panganan tradisional yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda," tutur Iffah.
âSelain pameran produk, Gebyar UMKM diisi dengan edukasi kapasitas usaha, peragaan busana batik, edukasi transaksi digital, hingga business matching untuk memperluas akses pemasaran produk ke jaringan toko oleh-oleh.
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Jogja 10K 2026 Dongkrak Sport Tourism dan Hunian Hotel di Yogyakarta
-
Herdman Siapkan Wajah Baru Hadapi Timor Leste
-
Kaltim Lumbung Energi, Tapi 72 Desa Masih Belum Teraliri Listrik PLN
-
Produk UMKM Laris Manis, Total Perputaran Ekonomi Piala Presiden 2026 Capai Rp1,5 Miliar
-
Penampilan Slank di Java Jazz Festival 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.