BMKG: Kualitas Udara Palembang Berada di Level Sangat Berbahaya akibat Kabut Asap

Minggu, 04 Okt 2026, 16:35 WIB

PALEMBANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, berada di level sangat berbahaya akibat kabut asap sehingga harus diwaspadai bersama.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis di Palembang, Minggu (04/10), mengatakan bahwa berdasarkan pantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, kualitas udara hingga pagi hari ini masuk kategori hitam atau sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

Ket. Foto: Kabut asap menyelimuti Kota Palembang pada Minggu (4/10) pukul 08.00 WIB. — Sumber: ANTARA

Dia menjelaskan, Particulate Matter (PM2.5) adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari atau sama dengan 2,5 µm (mikrometer).

Pengukuran konsentrasi PM2.5 menggunakan metode penyinaran sinar beta (beta attenuation monitoring) dengan satuan mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Data BMKG menunjukkan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di Stasiun Musi 2 Palembang pada Minggu (4/10) pukul 05.00 WIB pada angka tertinggi 903,6 mikrogram per meter kubik (µg/m³) yang masuk kategori sangat berbahaya.

Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh adanya asap karhutla yang terjadi di beberapa wilayah di Sumsel yang terbawa masuk ke Kota Palembang.

Oleh sebab itu, ia mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi warga yang memiliki gangguan pernapasan untuk mencegah ISPA.

"Jika terpaksa harus ke luar rumah, sebaiknya melindungi diri dengan masker dan kacamata," ujarnya.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.