- Home
-
- Luar Negeri
-
- Blinken Memulai Pertemuan ...
Blinken Memulai Pertemuan dengan Qin Gang di Tengah Dinginnya Hubungan AS-Tiongkok
Minggu, 18 Jun 2023, 15:53 WIBBEIJING - Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken memulai pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok Qin Gang di Beijing pada Minggu (18/6). Blinken menjadi diplomat top Amerika pertama yang mengunjungi Tiongkok dalam lima tahun, di tengah hubungan bilateral yang membeku.
Setelah menunda perjalanannya pada Februari lalu setelah balon mata-mata Tiongkok yang dicurigai terbang di atas wilayah udara AS, Blinken menjadi pejabat tertinggi pemerintah AS yang mengunjungi Tiongkok sejak Presiden Joe Biden menjabat pada Januari 2021.
Qin Gang menyambut Blinken dan rombongannya di pintu sebuah vila di pekarangan Wisma Tamu Negara Diaoyutai Beijing, saat keduanya berbasa-basi dalam bahasa Inggris sebelum berjabat tangan di depan bendera Tiongkok dan AS.
Setelah menuju ruang pertemuan, baik Blinken maupun Qin tidak berkomentar di depan wartawan yang diizinkan masuk sebentar.
Asisten Menlu Tiongkok Hua Chunying yang menghadiri pertemuan tersebut mengunggah gambar Qin dan Biden berjabat tangan di Twitter: "Semoga pertemuan ini dapat membantu mengarahkan hubungan Tiongkok-AS kembali ke apa yang telah disepakati kedua presiden di Bali."
Presiden Biden dan Presiden Xi Jinping mengadakan pembicaraan tatap muka pertama yang telah lama ditunggu-tunggu di sela-sela pertemuan puncak pemimpin G20 pada November lalu di Pulau Bali, Indonesia. Keduanya terlibat dalam pembicaraan blak-blakan mengenai Taiwan dan Korea Utara, tetapi juga menjanjikan komunikasi yang lebih sering.
Selama kunjungan dua harinya, Blinken juga diperkirakan akan bertemu dengan diplomat top Tiongkok Wang Yi dan mungkin Presiden Xi Jinping. Ia berusaha membangun saluran komunikasi yang terbuka dan tahan lama untuk memastikan persaingan strategis antara kedua negara tidak berubah menjadi konflik.
Ada harapan kunjungan Blinken akan membuka jalan untuk lebih banyak pertemuan bilateral dalam beberapa bulan mendatang, termasuk kemungkinan perjalanan Menteri Keuangan AS Janet Yellen dan Menteri Perdagangan Gina Raimondo, juga mengatur panggung untuk pertemuan antara Xi dan Biden di KTT multilateral di akhir tahun.
Biden mengatakan pada Sabtu, dia berharap bertemu dengan Presiden Xi dalam beberapa bulan ke depan.
Seluruh dunia akan mengikuti perjalanan Blinken dengan cermat karena setiap eskalasi antara negara-negara adidaya ini dapat berdampak di seluruh dunia, mulai dari pasar keuangan hingga rute dan praktik perdagangan serta rantai pasok global.
"Ada pengakuan dari kedua belah pihak bahwa kita memang perlu memiliki saluran komunikasi tingkat senior," kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS kepada wartawan selama pemberhentian pengisian bahan bakar di Tokyo dalam perjalanan ke Beijing.
"Bahwa kita berada pada titik penting dalam hubungan di mana saya pikir mengurangi risiko salah perhitungan, atau seperti yang sering dikatakan teman-teman Tiongkok kita, menghentikan spiral ke bawah dalam hubungan, adalah sesuatu yang penting," kata pejabat itu.
Hubungan antara kedua negara telah memburuk secara keseluruhan, meningkatkan kekhawatiran bahwa suatu hari mungkin bentrok secara militer atas Taiwan, yang diklaim Tiongkok sebagai miliknya.
Kedua negara juga berselisih tentang masalah mulai dari perdagangan, upaya AS menahan industri semikonduktor Tiongkok, dan rekam jejak hak asasi manusia Beijing.
Yang sangat mengkhawatirkan bagi tetangga Tiongkok adalah keengganannya untuk terlibat dalam pembicaraan militer-ke-militer reguler dengan Washington, meskipun AS berulang kali mencoba.
Berbicara pada konferensi pers pada hari Jumat sebelum berangkat ke Beijing, Blinken mengatakan perjalanannya memiliki tiga tujuan utama: Menyiapkan mekanisme manajemen krisis, memajukan kepentingan AS dan sekutu dan berbicara langsung tentang masalah terkait, serta menjajaki bidang kerja sama potensial.
"Jika kami ingin memastikan, seperti yang kami lakukan, bahwa persaingan yang kami miliki dengan Tiongkok tidak mengarah ke konflik, tempat yang Anda mulai adalah dengan berkomunikasi," kata Blinken.
Dia juga akan mengangkat masalah warga AS yang ditahan di Tiongkok atas tuduhan yang menurut Washington bermotif politik.
Di antara topik yang kemungkinan besar akan dibahas adalah potensi peningkatan penerbangan komersial antara kedua negara, kata seorang pejabat AS. Langkah yang disebut akan membantu mempromosikan hubungan people-to-people, meskipun diperkirakan tidak ada kemajuan.
Namun, para pejabat AS dalam konferensi pers awal pekan ini mengecilkan harapan akan banyak kemajuan.Sementara tujuan utama Blinken adalah diskusi yang "terus terang, langsung dan konstruktif", kata para pejabat, terobosan tidak mungkin terjadi pada masalah besar apa pun, termasuk aliran prekursor fentanyl (narkoba) dan orang Amerika yang ditahan di Tiongkok.
Bekerja sama dengan Tiongkok untuk membendung aliran prekursor fentanyl adalah item utama dalam agenda, kata pejabat AS itu.Pihak Tiongkok enggan bekerja sama dalam masalah ini, kata pejabat AS.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA
Berita Terkait:
-
Indonesia–Korea Selatan Teken MoU Energi Bersih, Fokus Surya, Nuklir hingga Hidrogen
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Tim SAR Evakuasi Nelayan Terdampar di Perairan Manokwari–Oransbari
-
Lagi, Anggota Politbiro Tiongkok Diselidiki Lembaga Pengawas Antikorupsi
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Kronologi Anggota Pasukan Bela Diri Jepang Masuk Tanpa Izin ke Kedubes China
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.