• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • TikTok Tingkatkan Pendapat...

TikTok Tingkatkan Pendapatan UMKM Sebesar 50 Persen

Kamis, 15 Jun 2023, 19:59 WIB

JAKARTA - Hasil laporan berjudul Efek TikTok: Menumbuhkan Bisnis, Memajukan Edukasi, dan Memberdayakan Komunitas di Asia Tenggara, menyatakan di Asia Tenggara, lebih dari 325 juta orang mengakses TikTok setiap bulannya. Sebanyak 15 juta bisnis juga menjadi pengguna platform ini.

Dari pelaku UMKM yang disurvei mengalami peningkatan pendapatan hampir 50 persen melalui penjualan produk dan layanan di TikTok. Selain itu empat dari lima bisnis (79 persen) memanfaatkan TikTok beralih dari kanal pemasaran luring ke daring.

Ket. Foto: Tiktok — Sumber: istimewa

Selain itu, lebih dari 80 persen kreator TikTok yang disurvei mengalami peningkatan pendapatan. Mereka mendapatkan beragam peluang usaha, dari fitur TikTok LIVE dalam memperkenalkan produk dan kerja sama konten bermerek.

"Kami memiliki peran besar dalam memperluas berbagai peluang ekonomi, edukasi, dan pembangunan komunitas di wilayah ini dan di seluruh dunia. Kami sangat senang melihat dampak positif dari TikTok dan kami berkomitmen melanjutkan upaya kami dalam mendukung individu, komunitas, dan bisnis untuk terus tumbuh dan semakin maju," kata Chief Executive Officer TikTok, Shou Chew, di Jakarta Kamis (15/6).

Survei tersebut dilakukan Kadence International bertujuan mengeksplorasi dampak TikTok di Asia Tenggara. Survei dilakukan di sembilan pasar di Asia Tenggara dan melibatkan lebih dari 3.400 pengguna TikTok dan 25 organisasi nirlaba dan berlangsung antara Agustus dan September 2022.

Survei menggunakan metodologi campuran dari survei daring dan wawancara luring. Mencakup orang dan bisnis dari Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam. Data per April 2023.

Dari gambaran tersebut selanjutnya TikTok menyatakan dukungan akses serta beragam peluang ekonomi dalam waktu tiga tahun ke depan kepada para UMKM Asia Tenggara. TikTok akan memberdayakan bisnis mikro dan kecil, khususnya di wilayah pedesaan, yang masih awam dengan pemasaran di media sosial melalui beberapa program.

Bekerja sama dengan lebih dari 25 institusi pemerintah dan organisasi nirlaba di seluruh Asia Tenggara, program-program yang akan dilakukan bertujuan membuka peluang bagi bisnis untuk menjangkau konsumen digital baru melalui dana hibah tunai, pelatihan keterampilan digital dan kredit iklan.

Di Indonesia, TikTok akan bermitra dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Asosiasi Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW), Platform Usaha Sosial (PLUS), dan Telkom untuk meluncurkan TikTok Jalin Nusantara. Inisiatif ini akan membangun konektivitas internet di pusat-pusat komunitas di sembilan desa di Nusa Tenggara Timur dan Sumatera Utara.

Selain memperkuat infrastruktur digital lokal, TikTok Jalin Nusantara akan menyediakan program pelatihan di desa-desa tersebut, serta di lima pusat kreatif di destinasi pariwisata dan ekonomi kreatif utama dan lima Telkom IndigoHubs.

"Program ini akan memberikan pelatihan literasi digital dan finansial kepada komunitas, dan modul keterampilan digital esensial seperti pembuatan konten,e-commerce,dan pemasaran digital, untuk mendukung mereka dalam berpartisipasi di ekonomi digital," terang Shou Chew.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.