- Home
-
- Luar Negeri
-
- UAE Restorasi Hutan Bakau ...
UAE Restorasi Hutan Bakau untuk Lawan Perubahan Iklim
Selasa, 13 Jun 2023, 00:00 WIBABU DHABI - Di tengah cuaca panas, hiruk pikuk urbanisasi, dan padang pasir Uni Emirat Arab atau United Arab Emirates (UAE), Abu Dhabi sedang berusaha memulihkan hutan bakau pesisir negara itu sebagai bentuk perjuangan melawan perubahan iklim.
Hutan bakau tropis adalah ekosistem kompleks yang berlabuh di sekitar pohon bakau yang tumbuh subur dalam kondisi panas, berlumpur, dan asin yang tidak ramah. Mereka melindungi masyarakat pesisir dari badai dan banjir, menampung spesies yang beragam dan yang sedang terancam, serta dapat mengurangi efek perubahan iklim dengan menangkap karbon di atmosfer.
"Apa yang membuat spesies bakau ini, Avicennia Marina, di Abu Dhabi istimewa, adalah mereka sangat tahan terhadap kondisi yang keras, mereka dapat menahan keasinan air laut yang sangat tinggi, dan suhu yang sangat panas," kata Hamad Al-Jailani, seorang ilmuwan di badan lingkungan hidup Abu Dhabi, UAE.
Menurut Al-Jailani, hutan bakau merupakan aspek penting dalam perubahan iklim, mengingat suhu di seluruh dunia kini sedang meningkat dan menjadi tidak stabil.
Seperti dikutip dari Antara, Al-Jailani mengatakan hanya kurang dari 40 persen hutan bakau Abu Dhabi merupakan hutan bakau buatan dan sisanya alami. UAE, yang akan menjadi tuan rumah KTT iklim COP28 pada Desember mendatang, telah menanam pohon bakau sejak tahun tujuh puluhan dan berencana menanam 100 juta bakau lagi pada tahun 2030 di lahan seluas 183 kilometer persegi yang menurut kementerian iklim mampu menangkap 43.000 ton karbon dioksida setiap tahun.
Menurun Luasnya
Menurut Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, luas hutan bakau global pada tahun 2020 telah menurun sebesar 3,4 persen sejak tahun 1996, tetapi stabil dalam beberapa tahun terakhir.
Di Khor Kalba di pantai timur UAE, sebuah papan memberi tahu pengunjung bahwa hutan bakau tempat mereka berada sudah berusia lebih dari 300 tahun dan merupakan bagian dari perang melawan perubahan iklim.
"Keanekaragaman spesies sangat luar biasa," kata Brendan Whittington-Jones, seorang ilmuwan konservasi di Khor Kalba.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Eko S
Berita Terkait:
-
Asik, Kini Ratusan Pramuwisata Kalbar Terima Tip via QRIS GoPay Merchant
-
Presiden Prabowo Terbang ke Rusia, Agendakan Pertemuan Khusus dengan Vladimir Putin
-
Badan Pegal-pegal dan Otot Tak Seimbang? Ini 4 Kebiasaan yang Harus Anda Perbaiki
-
Buah Kiwi: Sederet Manfaat untuk Pencernaan hingga Imunitas
-
BI Percaya Diri, Inflasi 2026–2027 Tetap Jinak di Kisaran Target
-
Tiket Kereta Final Piala Dunia Tembus 2,4 Juta Rupiah, Fans Sebut “Tidak Masuk Akal”
-
Banjir Bandang Aceh Tengah Hantam Lagi, 2 Jembatan Ambruk dan Desa Terisolasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.