Tren Kenaikan Harga Indikasi Krisis Pangan Sudah Mulai

Senin, 12 Jun 2023, 00:03 WIB

JAKARTA - Peringatan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) terkait ancaman krisis pangan global harus disikapi cepat oleh semua pihak dengan mengedepankan kolaborasi, terutama untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional melalui peningkatan produksi dengan mengenalkan berbagai pangan ke negara-negara lain sebagai komoditas ekspor.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat menyampaikan sambutan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada pembukaan Penas Tani di Padang, pekan lalu, mengatakan ketegangan politik di berbagai negara dan ancaman perubahan iklim memerlukan peran aktif semua pihak untuk meningkatkan produksi sektor pertanian.

Ket. Foto: — Sumber: Sumber: Global Food Security Index 2021 –Litbang K

Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir telah menyiapkan dan membangun berbagai infrastruktur pendukung bagi sektor pertanian seperti bendungan yang difungsikan sebagai tempat penyediaan air. Selain itu juga membangun sarana transportasi agar ongkos logistik dari sektor pertanian dapat ditekan, termasuk pemanfaatan komoditas unggulan yang adaptif terhadap perubahan iklim hingga penerapan pertanian cerdas.

Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, mengatakan indikasi krisis pangan terkini dapat dilihat dari tren kenaikan harga pangan.

Dalam jangka pendek, pemerintah harus memastikan peningkatan cadangan pangan pemerintah sekaligus menjaga stabilitas harga menghadapi krisis pangan.

"Kita harus memastikan ketersediaan pangan, stabilitas harga, sekaligus kesejahteraan petani, sebagai pelaku usaha utama produksi pangan," kata Qomar.

Pihaknya pun merekomendasikan perlunya kebijakan seperti proteksi produksi dan produsen, meliputi jaminan sosial, jaminan harga produk tani, dan asuransi usaha tani.

Kemudian, reforma agraria sebagai fondasi pertanian yang telah terbukti bisa menggerakkan ekonomi perdesaan, dan meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani.

"Terakhir, perlu mengevaluasi kebijakan yang menghambat terwujudnya kedaulatan pangan," katanya.

Semangat kolaboratif dalam berproduksi, tambahnya, harus ditujukan untuk meningkatkan kemampuan petani sehingga lebih mandiri, terutama mandiri saprodi, dan penguatan kelembagaan tani.

Kolaboratif juga ditujukan untukk mewujudkan hak-hak petani sebagai pelaku utama usaha tani, agar bangsa lebih resilience menghadapi krisis pangan global.

Kendali Mafia

Dihubungi terpisah, Peneliti Mubyarto Institute, Awan Santosa, mengatakan peningkatan produksi pangan dimungkinkan melalui kolaborasi dalam pemanfaatan teknologi.

Di samping itu, perlu kolaborasi guna memastikan rantai pasok dan rantai nilai yang berkeadilan bagi petani. Sebab itu, tata niaga dan distribusi pangan harus dipastikan tidak berada di bawah kendali mafia dan spekulan pangan.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.