Bulog Pastikan Stok Beras Aman meskipun Vietnam Pangkas Ekspor
Senin, 12 Jun 2023, 14:59 WIBJAKARTA - Perum Bulog menegaskan rencana Vietnam untuk memangkas ekspor beras tidak akan membahayakan ketersediaan pangan di Indonesia karena kerja sama dengan sejumlah negara produsen lainnya masih berjalan. Saat ini, Vietnam merupakan salah satu produsen terberas beras di dunia.
"Insya Allah aman, karena kita kan membicarakan juga ini, tidak terus dengan kita menganggap enteng, tidak. Tapi kita juga antarnegara-negara itu kita sudah ada," kata Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/6).
Budi mengatakan pihaknya menjajaki kerja sama pengadaan beras dengan berbagai negara produsen lain seperti India, Pakistan, Thailand, Vietnam dan Myanmar.
Menurut dia, Indonesia sudah mengamankan kerja sama beras dengan sejumlah negara, sehingga jika terdapat kekurangan di dalam negeri, Indonesia memiliki opsi untuk melakukan impor.
"Kita jajaki semua, dan kita lakukan kontrak-kontrak, deal-deal yang bilamana kita butuhkan kita bisa ambil," kata Budi.
Vietnam, bersama India dan Pakistan merupakan sumber impor beras terbesar bagi Indonesia. Pada 2022, nilai impor beras Indonesia dari Vietnam mencapai 81.828 ton.
Sebagaimana dikutip dari laporan Reuters, Vietnam dikabarkan bakal memangkas ekspor beras tahunannya hingga 44 persen mulai 2030 mendatang. Artinya, ekspor yang biasanya 7,1 ton hanya menjadi 4 juta ton per tahun.
Vietnam merupakan negara terbesar ketiga untuk ekspor beras dunia.
Berdasarkan laporan yang mengutip dokumen Pemerintah Vietnam tersebut, pengurangan ekspor dilakukan untuk memastikan ketahanan pangan di dalam negerinya, melindungi lingkungan dan beradaptasi dengan perubahan iklim, serta meningkatkan ekspor beras berkualitas.
Dengan kebijakan ini, maka ekspor beras Vietnam diperkirakan bakal turun menjadi 2,62 miliar dolar AS per tahun pada 2030, dari sebelumnya mencapai 3,45 miliar dolar AS pada 2022.
Saat ini stok cadangan beras Pemerintah Indonesia di Gudang Bulog sebesar 605 ribu ton.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gudang Penuh! Bulog Minta Penggilingan Jaga Kualitas Beras
-
Kantor Gubernur Kalsel DIkepung Kebakaran Hutan, BPBD Berjibaku Padamkan
-
Seratus Warga Jakarta Utara Ikut Hapus Tato Gratis di Kantor Walkot
-
Efek Margin Baru 7 Persen, Bulog Prediksi Raup Laba Rp1,14 T
-
BULOG: Stok Beras Nasional Capai 5,25 Juta Ton Tersebar di Seluruh Gudang!
-
Tak Selalu Stunting, Anak Bertubuh Pendek Bisa Dipicu Faktor Hormon dan Genetik
-
Bunga Pinjaman Bulog Dipangkas! Dari 8 Jadi 5 Persen, Ini Dampaknya ke Harga Beras
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.