Pemkab HSU Dorong Pengendalian Gulma Susupan Gunung

Minggu, 11 Jun 2023, 09:40 WIB

Penjabat (Pj) Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) R. Suria Fadliansyah mendorong upaya langkah pengendalan gulma susupan gunung atau putri malu raksasa yang berdampak sangat besar merugikan sektor pertanian dan perikanan.

Pernyataan tersebut disampaikan Pj Bupati R. Suria melalui sambutan tertulis yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) HSU, Adi Lesmana saat membuka kegiatan Forum Group Discussion (FGD) kajian karakteristik dan identifikasi potensi pemanfaatan dan pengendalian gulma di Mess Negara Dipa, Rabu (7/6).

Ket. Foto: Pemkab HSU Dorong Pengendalian Gulma Susupan Gunung — Sumber: Dok. Pemkab Hulu Sungai Utara

"Kita ketahui penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) paling besar di Kabupaten HSU adalah dari sektor pertanian dan perikanan yaitu sekitar 17 persen selain sektor ekonomi," kata R. Suria, dikutip dari laman resmi Pemkab HSU, Jumat (9/6).

Suria mengatakan berbagai upaya sudah dilaksanakan Pemda bersama petani untuk mengendalikan gulma susupan gunung ini, yakni melalui penyemprotan kimia melalui pesawat drone hingga menggunakan eskavator untuk membuka lahan dan jalur sungai.

Selain menghambat sektor perikanan dan pertanian, kata R. Suria, susupan gunung ini juga menghalangi jalur transportasi sungai yang mengakibatkan arus barang dan jasa ikut terhambat.

"Maka mungkin tidak berlebihan kalau kita menyebutkan bahwa serangan gulma susupan gunung ini termasuk ke dalam bencana ekologis," ucapnya.

Lantas, dia berharap, dengan diselenggarakan kegiatan FGD ini dapat memberikan solusi yang efektif dalam mengatasi masalah gulma secara efisien dan ramah lingkungan.

"Kajian ini sangat perlu dilakukan untuk mengetahui apakah susupan gunung ini dapat dikendalikan maupun dapat dimanfaatkan," ujar R. Suria.

Sementara, Ketua Peneliti dari ULM Dr. Ir. Yusriadi Marsuni M.Si mengatakan pihaknya lebih menyarankan pengendalian tanaman gulma ini secara manual dengan perahu mesin pencacah hasil kreasi perajin logam di HSU.

"Kita sarankan pengendalian secara manual, karena dengan dicacah, tanaman Susupan Gunung membusuk didalam air dan tidak tumbuh lagi," tuturnya.

Yusriyadi mengatakan, melalui perahu mesin pencacah gulma juga bisa membuka jalur untuk upaya pengendalian lebih lanjut. Hasil cacahan tanaman susupan gunung di dalam air menjadi sarang ikan pepuyu dan jenis ikan lainnya untuk berkembang biak.

Sebagai informasi, gulma susupan gunung dapat menjadi gangguan dalam sektor pertanian karena mereka dapat bersaing dengan tanaman budidaya untuk mendapatkan sumber daya seperti air, nutrisi, dan cahaya matahari. Gulma yang tumbuh dengan cepat dan menyebar secara agresif dapat mengambil sumber daya yang seharusnya diperuntukkan bagi tanaman yang ingin ditanam petani. Ini dapat menghambat pertumbuhan dan produksi tanaman budidaya yang diinginkan.

Selain itu, beberapa jenis gulma susupan gunung juga dapat menjadi inang penyakit atau hama, yang kemudian dapat menyerang tanaman pertanian. Mereka dapat menjadi tempat berkembang biak bagi serangga atau mikroorganisme patogen yang dapat merusak tanaman budidaya secara langsung atau menyebabkan penyakit menyebar dengan cepat.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.