Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

8 Makanan Ini Ternyata Makanan Ultra-proses! Bagaimana Mengetahuinya?

📅 Jumat, 09 Jun 2023, 14:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
8 Makanan Ini Ternyata Makanan Ultra-proses! Bagaimana Mengetahuinya? Doc: The Conversation/Shutterstock
Ket. Beberapa makanan ultra-proses mudah dikenali. Tapi yang lainnya tampak cukup sehat.

Sarah Dickie, Deakin University; Julie Woods, Deakin University; Mark Lawrence, Deakin University, dan Priscila Machado, Deakin University

Selama bertahun-tahun, istilah "junk food" telah digunakan untuk menyebut makanan yang dianggap tidak baik untuk kita, dan tidak bergizi. Namun, junk food dapat berarti hal yang berbeda bagi setiap orang.

Pedoman diet resmi telah menggunakan istilah yang lebih enak seperti "discretionary foods (makanan tambahan)", "sometimes foods (makanan kadang kala)" dan "high sugar, salt and fat foods (makanan tinggi lemak, garam dan gula)".

Namun label-label ini tidak selalu membuat tugas mengidentifikasi makanan bergizi menjadi lebih mudah. Lagi pula, banyak buah-buahan segar yang tinggi gula dan beberapa salad sayuran rendah nutrisi - tapi itu tidak membuat mereka tidak sehat. Dan produk makanan seperti minuman ringan dengan tanpa tambahan gula dan muesli batangan yang diperkaya dengan zat tambahan nutrisi belum tentu sehat.

Pada 2009, para ahli mengusulkan menggunakan tingkat dan tujuan pengolahan makanan industri sebagai indikator utama masalah gizi.

Teori ini mengakui bahwa beberapa pengolahan makanan membantu membuat makanan menjadi lebih nyaman, lebih aman, dan lebih enak. Namun, teori ini juga menominasikan satu kelas makanan - yang disebut "makanan ultra-proses-makanan yang melewati banyak pengolahan di pabrik sebelum dimakan" - sebagai makanan yang tidak sehat, berdasarkan lebih dari sekadar kandungan garam, lemak, dan gula.

Sejumlah besar bukti sekarang menunjukkan bahwa konsumsi makanan ultra-proses dikaitkan dengan kesehatan manusia yang lebih buruk (termasuk tingkat penyakit jantung, diabetes, dan obesitas) dan kesehatan planet (polusi plastik, penggunaan energi dan lahan yang berlebihan, hilangnya keanekaragaman hayati).

Namun, bagaimana kita dapat mengenali makanan-makanan tersebut saat kita sedang merencanakan apa yang akan kita akan beli atau makan?

Apa yang termasuk sebagai makanan ultra-proses?

Makanan ultra-proses dibuat dengan menggunakan metode pengolahan industri dan mengandung bahan-bahan yang biasanya tidak akan kita temukan di dapur rumah kita.

Metode pengolahan yang digunakan dapat mencakup ekstrusi, pencetakan, modifikasi kimiawi, dan hidrogenasi (yang dapat mengubah lemak tak jenuh cair menjadi bentuk yang lebih padat). Namun, produsen tidak perlu mencantumkan proses pengolahan makanan pada label, sehingga sulit untuk mengidentifikasi makanan ultra-proses. Tempat terbaik untuk memulai adalah daftar bahan makanan.

Ada dua jenis bahan yang mengklasifikasikan makanan ultra-proses: bahan makanan industri dan bahan tambahan kosmetik. Zat makanan termasuk versi olahan dari protein dan serat (seperti bubuk whey atau inulin), maltodekstrin (karbohidrat yang diproses secara intensif), sirup fruktosa atau glukosa, dan minyak terhidrogenasi.

Bahan tambahan kosmetik digunakan untuk meningkatkan tekstur, rasa, atau warna makanan. Mereka membuat makanan ultra-proses menjadi lebih menarik dan sangat lezat (berkontribusi pada konsumsi berlebihan). Contohnya adalah pewarna dan perasa (termasuk yang terdaftar sebagai "alami"), pemanis non-kalori (termasuk stevia), penguat rasa (seperti ekstrak ragi dan MSG), serta pengental dan pengemulsi (yang mengubah tekstur makanan).

8 makanan yang mungkin tidak kamu sadari adalah makanan ultra-proses

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.