Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Warga Tengger Melarung Hasil Bumi ke Kawah Gunung Bromo

1 Selasa, 06 Jun 2023, 09:37 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Tengger Melarung Hasil Bumi ke Kawah Gunung Bromo Warga Tengger Melarung Hasil Bumi ke Kawah Gunung Bromo Doc: ANTARA/Diskominfo Kabupaten Probolinggo
Ket. Warga Tengger melarung hasil buminya ke kawah Gunung Bromo dalam puncak perayaan Yadnya Kasada 1945 Saka, di Kabupaten Probolinggo, Jatim, Senin (5/6/2023).

PROBOLINGGO - Warga Suku Tengger berbondong-bondong menuju ke Pura Luhur Poten atau Sanggar Agung Poten yang berada di kaki Gunung Bromo dengan membawa hasil bumi dan melarung hasil buminya ke kawah Bromo pada puncak perayaan Yadnya Kasada 1945 Saka, Senin (5/6).

Seluruh warga Tengger yang berasal dari berbagai wilayah itu berkumpul di Pura Luhur Poten dan lokasi itu sering dijadikan tempat berkumpulnya warga umat Hindu untuk bersembahyang sekaligus pembacaan mantra-mantra yang dimulai pada Senin pukul 3.00 WIB di lautan pasir (kaldera) Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

"Proses pelaksanaan dimulai dari sembahyang dan doa-doa di Pura Luhur Poten Gunung Bromo hingga kegiatan larung sesaji itu telah berjalan dengan baik dan lancar," kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto di Probolinggo.

Upacara ritual Yadnya Kasada di Pura Luhur Poten dari empat daerah di kaki kawasan Gunung Bromo itu telah mengikuti berbagai macam rangkaian yang diawali dengan pembacaan kidung religi diiringi gamelan, menyucikan tempat persembahyangan, pembacaan kitab suci Weda, pembacaan sejarah Kasada serta perkawinan Rara Anteng dan Jaka Seger.

"Terdapat ritual adat Nglukat umat Hindu yakni membagikan bija yang ditempelkan pada bagian wajah. Memberikan wewangian di sebelah kanan sekaligus pembakaran dupa dan memercikkan air suci," katanya.

Untuk sembahyang dipimpin oleh pinandhita yang dibantu oleh para pemuka agama. Di tengah-tengah prosesi ritual itu ada prosesi pemilihan calon Dukun Adat yang menggantikan dukun sebelumnya.

Masyarakat Tengger yang berasal dari Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Malang melakukan kegiatan selanjutnya yaitu kegiatan lelabuhan sesajen atau dikenal dengan larung sesaji yang berangkat dari Pura Luhur Poten menuju kawah Gunung Bromo dengan membawa sesajen berupa hasil bumi seperti hasil pertanian dan hewan ternak.

"Itu sebagai wujud ungkapan rasa syukur dan penghormatan untuk para leluhur karena telah memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Tengger," katanya.

Larung sesaji yang sudah dilakukan sejak dahulu oleh para leluhur masyarakat Tengger berupa hasil pertanian dan hewan ternak sebagai wujud syukur karena Tuhan telah melimpahkan hasil bumi yang sudah dirasakan itu, serta merupakan penggenapan janji warga Tengger kepada Joko Seger dan Roro Anteng.

"Sebagaimana yang sudah dikisahkan yakni Roro Anteng yang telah mengorbankan putranya bernama Kesuma untuk dilarung ke kawah Gunung Bromo," ujarnya.

Setelah melaksanakan ritual larung sesaji itu, masih ada kegiatan terakhir yang dilakukan oleh masyarakat Tengger yaitu kegiatan selamatan di masing-masing desa yang dipimpin langsung oleh dukun adatnya masing-masing.

Sementara Ketua Dukun Paruman Tengger Sutomo mengatakan prosesi ritual itu telah berjalan dengan khidmat dan para warga Tengger dengan membawa ongkek dari rancangan bambu yang berisikan hasil bumi telah berdatangan pada Senin dini hari dan untuk prosesi selanjutnya pemaparan kisah Yadnya Kasada dimulai pada pukul 03.00 WIB.

Selama rangkaian Yadnya Kasada yang digelar masyarakat Suku Tengger, kawasan objek wisata Gunung Bromo ditutup untuk masyarakat umum selama tiga hari sejak Sabtu (3/6) hingga Senin (5/6) untuk menghormati upacara ritual tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Pemkab Bekasi Dukung Pengem...
Daerah
Minang Geopark Run 2026 Jad...
Luar Negeri
Sekjen PBB Ungkap 3 Miliar ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.