- Home
-
- Luar Negeri
-
- Perjalanan Udara 2023 Akan...
Perjalanan Udara 2023 Akan Meraih Laba 9,8 Miliar Dollar AS
Selasa, 06 Jun 2023, 00:00 WIBISTANBUL - Asosiasi Transportasi Udara Internasional atau The International Air Transport Association (IATA), pada Senin (5/6), mengatakan maskapai di seluruh dunia akan menerbangkan 4,35 miliar penumpang tahun ini, mendekati rekor 2019 setelah industri penerbangan bangkit kembali dari pandemi Covid-19.
Dikutip dari Barrons, sektor ini akan kembali meraih untung, dengan laba bersih diperkirakan mencapai 9,8 miliar dollar AS pada 2023, atau dua kali lipat perkiraan sebelumnya, didorong oleh berakhirnya pembatasan Covid-19 di Tiongkok.
Asosiasi tersebut menambahkan kerugiannya pada 2022 setengah dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,6 miliar dollar AS. "Kinerja keuangan maskapai pada tahun 2023 mengalahkan ekspektasi," kata Direktur Jenderal IATA, Willie Walsh, dalam sebuah pernyataan selama pertemuan umum tahunan asosiasi di Istanbul.
"Profitabilitas yang lebih kuat didukung oleh beberapa perkembangan positif. Tiongkok mencabut pembatasan Covid-19 di awal tahun dari yang diantisipasi," kata Walsh.
Sementara harga bahan bakar jet tetap tinggi, harganya telah moderat selama paruh pertama tahun ini, tambahnya. Inflasi melonjak di seluruh dunia karena invasi Russia ke Ukraina pada Februari 2022 membuat biaya energi melonjak, tetapi harga minyak dan gas alam telah turun sejak saat itu.
"Di sisi biaya, ada sedikit keringanan. Ketidakpastian ekonomi tidak menyurutkan keinginan untuk bepergian, meski harga tiket menyerap biaya bahan bakar yang tinggi," kata Walsh.
Pandemi tmenghancurkan industri penerbangan, yang merugi 137 miliar dollar AS ketika negara-negara memberlakukan lockdown dan menutup perbatasan pada 2020.
Sektor ini kehilangan 42 miliar dollar AS lagi pada 2021 dan masih merugi tahun lalu karena Tiongkok, pasar utama, terus memberlakukan pembatasan Covid-19 yang akhirnya dicabut pada Desember.
Sementara itu, IATA melaporkan kasus penumpang bermasalah dalam penerbangan di seluruh dunia naik hampir 50 persen pada 2022 dibandingkan tahun sebelumnya.
Ada satu laporan insiden untuk setiap 568 penerbangan pada tahun 2022, yang sekitar 47 persen lebih tinggi dari angka tahun 2021 untuk setiap 835 penerbangan. "Insiden paling umum termasuk ketidakpatuhan terhadap instruksi, pelecehan verbal dan mabuk," kata badan penerbangan global itu.
Insiden Meningkat
IATA mencatat meskipun insiden ketidakpatuhan awalnya turun pada 2022 setelah mandat penggunaan masker dicabut pada sebagian besar penerbangan, frekuensi insiden meningkat sepanjang sisa tahun, mengakhiri tahun sekitar 37 persen lebih tinggi daripada 2021.
Insiden ketidakpatuhan termasuk merokok, di kabin atau toilet, kegagalan untuk mengencangkan sabuk pengaman saat diinstruksikan, dan kegagalan untuk menyimpan bagasi bila diperlukan.
Sementara insiden yang melibatkan kekerasan fisik terhadap staf maskapai penerbangan sangat jarang terjadi. "Insiden tersebut mengalami peningkatan yang mengkhawatirkan sebesar 61 persen pada tahun 2022 dari tahun 2021, terjadi sekali setiap 17.200 penerbangan," kata IATA.
Oleh karena itu, IATA menyerukan lebih banyak anggotanya untuk meratifikasi Protokol Montreal 2014, untuk memberikan lebih banyak kekuatan untuk menuntut insiden kemarahan udara dan untuk mengadopsi "pendekatan tanpa toleransi".
Protokol juga dikenal sebagai MP14, memberi negara anggota lebih banyak kekuatan untuk menangani pelanggaran seperti para pelancong yang menolak untuk mematuhi instruksi keselamatan dan secara fisik atau verbal menyalahgunakan awak kabin.
Ini memastikan pemerintah memiliki otoritas hukum yang diperlukan untuk menuntut penumpang yang nakal, terlepas dari negara asal mereka, dan untuk memiliki serangkaian tindakan penegakan hukum yang mencerminkan tingkat keparahan insiden tersebut.
Sampai saat ini, sekitar 45 negara yang terdiri dari 33 persen lalu lintas penumpang internasional telah meratifikasi MP14.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Longsor di Malalak Agam Putus Akses Padang–Bukittinggi
-
Enam Pesepeda Indonesia akan Tampil di Ajang Piala Dunia MTB 2026 di Korea
-
Viral Tembok Roboh, Pihak SMPN 182 dan Pemilik Pagar Dimediasi, Aparat ungkap Tak Ada Unsur Pidana
-
KPK Butuh Keterangan Budi Karya Sumadi Terkait Kasus Suap DJKA
-
Lewat Inisiatif Ascott CARES, Citadines Antasari Jakarta Ajak Tamu Rayakan Earth Hour Secara Kreatif
-
Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Banten 16-21 Februari
-
Tak Perlu Bingung Jualan Buah dan Tanaman Hias, Pasar Petani Garuda Hadir di Bogor
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.