Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polda Kurangi Tawuran dengan Dialog

📅 Jumat, 02 Jun 2023, 05:25 WIB | Oleh:
Polda Kurangi Tawuran dengan Dialog Doc: ANTARA/Ilham Kausar
Ket. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Minggu (28/5/2023).

JAKARTA - Sepertinya Jakarta sulit terhindar dari tawuran warga atau pelajar. Polda Metro Jaya menyiapkan sejumlah cara untuk menanggulangi tawuran remaja. Salah satunya dengan memberikan materi wawasan kebangsaan. "Nanti kami akan kerja sama dengan Kodam dan lainnya dalam rangka pembinaan. Tujuannya memberikan beberapa wawasan tentang kebangsaan kehidupan bermasyarakat," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto, Rabu.

Hal itu disampaikan Karyoto usai bertatap muka dengan warga di Gang Mayong, Jakarta Timur. Ada beberapa masukan dari masyarakat terutama terkait masalah tawuran. "Orang-orang yang tawuran kalau bisa dikumpulkan. Kita tanya yang tahu tawuran itu orang tuanya di sini. Bagus kalau mereka memberikan masukan," ujar dia.

Karyoto menjelaskan tawuran seperti embrio. Kalau dibiarkan bisa menjadi besar dan menular ke mana-mana. Padahal, sebenarnya semua masalah bisa dicarikan solusi. "Kelak kita tidak hanya datang menjaga terus pulang. Kita akan lebih proaktif salam rangka pencegahan. Kita terima kasih kepada antusias masyarakat yang mencari solusi. Sangat terlihat mereka ingin sama-sama merasakan daerahnya bukan hanya aman, tapi nyaman," ucapnya.

Selain itu, Karyoto turut memberikan perhatian terhadap permukiman yang tumbuh di sekitar Gang Mayong. Salah satunya ditemukan satu rumah dihuni banyak orang. "Rumahnya sempit. Sehingga mereka ada yang tidak bisa hidup secara normal. Artinya, kalau jam sembilan malam harus tidur. Mereka tidak bisa tidur, harus bergantian. Ini jadi masalah bersama," ujarnya.

Kapolda mengharapkan keterlibatan pemerintah daerah untuk menghadirkan program-program yang menyentuh langsung setiap persoalan warga. Misalnya terkait permukiman solusinya seperti pembangunan rumah susun. Mungkin itu bisa jadi solusi.

Lebih penting apabila mereka pengangguran, dari pemda tadi nemberikan tawaran, pelatihan skill. Dengan skill, dia mereka bisa bekerja. Dengan pekerjaan mereka bisa fokus masa depan. "Kalau tidak punya pekerjaan, kumpul-kumpul apalagi ada obat-obat terlarang. Mereka minum, akhirnya menimbulkan kekacauan," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.