Defisit APBN 2023 Diprediksi di Bawah Target

Jumat, 02 Jun 2023, 10:16 WIB

JAKARTA - Pemerintah memperkirakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 di bawah target yang ditetapkan sebesar 598,2 triliun rupiah atau 2,84 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Optimisme tersebut didukung perkiraan perbaikan penerimaan sebagai dampak pemulihan ekonomi pascapandemi.

"Defisit mungkin cukup jauh di bawah 2,8 persen dari PDB. Ini karena penerimaan kita cukup bagus," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Febrio Nathan Kacaribu, kepada wartawan seusai acara Arah Ekonomi dan Kebijakan Fiskal Tahun 2024 di Jakarta, Rabu (31/5).

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Dia menjelaskan target defisit APBN 2023 didesain ketika kondisi relatif konservatif. Sementara perkembangan ekonomi menunjukkan pergerakan yang positif. Karena itu, penerimaan negara masih memiliki momentum yang cukup bagus yang kemudian akan berdampak pada pengurangan defisit.

Namun, sambung dia, Kemenkeu akan tetap memastikan realisasi belanja tahun ini tidak berkurang atau tetap tersalurkan sesuai pagu yang telah ditentukan. Dia juga menjamin realisasi belanja akan tetap tumbuh positif. "Jadi, ini lebih kepada sisi penerimaannya yang akan relatif cukup bagus," ujar dia.

Febrio menambahkan pemerintah akan tetap waspada dalam menentukan kebijakan tahun ini lantaran perekonomian global masih dipenuhi kondisi ketidakpastian.

Sementara itu, pemerintah juga telah menetapkan target defisit APBN 2024. Dalam postur makro fiskal 2024, Kementerian Keuangan membidik defisit APBN 2024 sebesar 496,6-610,9 triliun rupiah atau sekitar 2,16 persen hingga 2,64 persen dari PDB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan defisit 2024 akan diwujudkan seiring pendapatan negara yang ditargetkan meningkat di kisaran 11,08-12,38 persen dari PDB. Kemudian, belanja negara mencapai 13,97-15,01 persen dari PDB, serta keseimbangan primer yang bergerak menuju positif di kisaran defisit 0,43 persen, hingga surplus 0,00 persen dari PDB.

Sementara itu, rasio utang akan tetap terkendali dalam batas yang tetap bijak atau prudent di kisaran 38,07 persen hingga 38,97 persen dari PDB.

Simpanan Dana

Pada kesempatan sama, Ekonom David Sumual memprediksi defisit APBN 2023 lebih rendah dari perkiraan pemerintah, yakni sekitar 2,5 persen terhadap PDB. "Outlook defisit tahun ini bisa sekitar 2,5 persen dari PDB atau lebih rendah, karena dari sisi penerimaan masih cukup baik di kuartal I-2023," kata David.

Dia menambahkan pemerintah masih memiliki simpanan dana yang memadai dari realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tahun lalu. Namun, dia menduga realisasi PNBP pada kuartal II dan kuartal III tahun ini akan lebih rendah lantaran harga komoditas mulai melandai.

Meski demikian, perkiraan defisit APBN yang lebih rendah kemungkinan akan memancing investor, terutama investor asing. Sebab, defisit APBN yang rendah menunjukkan manajemen fiskal Indonesia lebih baik bila dibandingkan dengan negara-negara maju ketika pandemi.

"Sehingga terlihat dari sisi likuiditas maupun kebijakan fiskalnya terlalu ekspansif, dan kita lihat dampaknya ke inflasi mereka jauh lebih tinggi dari kita," ujarnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

Berita Terbaru

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.