Perkuat Kerukunan, Wali Kota Semarang Apresiasi Toleransi Masyarakat Sambut Biksu Thudong

Senin, 29 Mei 2023, 00:21 WIB

Semarang - Perkuat kerukunan. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi toleransi yang ditunjukkan masyarakat setempat dalam menyambut kedatangan 32 biksu yang melaksanakan ritual "Thudong" berjalan kaki dari Thailand ke Candi Borobudur.

"Ini adalah bagaimana menghormati kepada biksu Thudong. Tadi pagi masuk dari perbatasan Kendal dan diterima temen-temen di Kecamatan Tugu," kata Ita, sapaan akrab Hevearita di Semarang, Minggu malam.

Di sela penyambutan kedatangan biksu Thudong di Wihara Adi Dharma Semarang, ia menyampaikan bahwa sambutan itu merupakan bentuk ucapan selamat datang dari masyarakat Kota Semarang.

Menurut dia, masyarakat "Kota Atlas" --sebutan untuk Kota Semarang-- telah mempraktikkan salah satu pelajaran toleransi kepada umat beragama lain dalam kehidupan nyata secara baik, bukan sekadar teori.

"Salah satu wujud toleransi beragama diwujudkan secara nyata. Tidak hanya teori-teori. Tidak hanya saudara yang beragama Buddha saja yang hadir, tetapi dari agama-agama lain juga," katanya.

Ia mengatakan tentang pentingnya menjaga toleransi.

"Bagaimana berkumpulnya tokoh-tokoh agama, ada pendeta, FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama). Ini tentu menunjukkan bahwa Indonesia bisa menjaga toleransi bersama, guyub, gotong royong mengawal biksu dari Thailand," katanya.

Apalagi, kata dia, Kota Semarang pada tahun ini masuk dalam 10 besar kota toleran, yakni peringkat ketujuh atau naik dari tahun lalu yang hanya mampu bertengger di peringkat 11.

"Ini jadi kebanggaan, bagaimana kita hidup berdampingan dan saling menjaga Bhinneka Tunggal Ika," katanya.

Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jawa Tengah Tanto Harsono juga berterima kasih karena para biksu tersebut sudah dijamu begitu memasuki Kota Semarang.

"Rasanya, di mana-mana sudah cukup 'welcome' semua ya. Di sinipun kami cukup 'surprise' karena sebelumnya mau di restoran. Kebetulan, Pak Camat bisa menampung dan menyediakan tempat, fasilitas," katanya.

Ia menjelaskan bahwa para biksu tersebut memiliki tujuan pertama di Kota Semarang, yakni Wihara Adi Dharma dan bermalam sebelum melanjutkan perjalanan keesokan harinya.

"Ini hari pertama memasuki Semarang dengan tujuan pertama di Wihara Adi Dharma, Widoharjo. Di wihara ada upacara simpel ya. Ada 32 bante yang mengikuti ritual 'Thudong'," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.