Dunia Bisnis Tetap Optimistis Raih Kinerja Positif

Senin, 29 Mei 2023, 09:40 WIB

JAKARTA - Kondisi perekonomian dalam negeri dihadapkan pada sejumlah risiko akibat dampak penyesuaian suku bunga beberapa bank sentral, inflasi, hingga kenaikan harga komoditas global. Meski demikian, dunia bisnis, terutama pelaku industri keuangan, optimistis mampu membukukan kinerja tahun ini lebih baik dari periode sebelumnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperingatkan kondisi perekonomian dalam negeri dibayangi pelambatan ekonomi global. Meskipun demikian, Sri Mulyani memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan akan tetap kuat, setelah tumbuh 5,03 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada triwulan I-2023. "Perkiraan ini didukung membaiknya keyakinan konsumen, dan menguatnya daya beli sebagai dampak dari penurunan inflasi," katanya.

Ket. Foto: KINERJA BISNIS | Nasabah mendapat layanan dari customer service di Kantor Pusat Manulife, di Jakarta Pusat, Jumat (26/5). Meskipun, pada 2022 yang penuh tantangan dan ekonomi Indonesia belum pulih dari pandemi Covid-19 serta penurunan Industri asuransi hingga 7,5 persen, Manulife telah mengeluarkan total biaya klaim 8,1 triliun rupiah. — Sumber: ISTIMEWA

Ketua Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Fajar Hirawan optimistis ekonomi nasional aman dari tekanan ekonomi global pada 2023. Menurutnya, pasca pandemi, masyarakat membelanjakan lebih dari 50 persen uangnya untuk konsumsi rumah tangga dan investasi, dari yang sebelumnya selama pandemi tertahan.

Optimistis tersebut menjadi pijakan kuat pelaku industri keuangan nonbank, termasuk asuransi, menghadapi 2023, selain capaian kinerja bisnis pada 2022. Perusahaan asuransi Manulife Indonesia pada 2022 meraih kinerja positif walaupun berada di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang menantang dan industri asuransi mengalami tekanan setelah pulih dari pandemi Covid 19.

"Walaupun mengalami tahun yang penuh tantangan pada 2022, kami mencatatkan kinerja bisnis yang solid untuk membantu jutaan nasabah dan keluarganya dalam melindungi masa depan mereka," tutur Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Ryan Charland kepada pers di Jakarta, Jumat (26/5) sore.

Dikatakan pula, sepanjang 2022, pendapatan premi asuransi mencapai 10 triliun rupiah dan total pendapatan sebesar 12,6 triliun rupiah. Manulife Indonesia juga membukukan total aset sebesar 60 triliun rupiah dan menjadi perusahaan asuransi jiwa dengan aset kedua terbesar di Indonesia.

Dia menambahkan, Manulife Indonesia juga menunjukan posisi permodalan yang jauh melebihi ketentuan pemerintah sebesar 120 persen, dengan Risk-Based Capital (RBC) 587 persen di bisnis konvesional dan 664 persen untuk unit syariah.

Periode Menantang

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Budi Tampubolon mengakui 2022 merupakan tahun tantangan karena perekonomian belum stabil. Hal itu terlihat dari pendapatan industri asuransi jiwa hanya sebesar 223 triliun rupiah atau menurun 7,5 persen jika dibandingkan periode sama 2021 (yoy).

Menurut Ryan Charland, loyalitas nasabah diraih karena adanya kepercayaan nasabah kepada Manulife Indonesia. Kepercayaan itu juga didukung dengan kepastian pencairan klaim.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Muchamad Ismail

Berita Terbaru

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

Karhutla Makin Serius! Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing Bantu Atasi Kebakaran

Bukan Sekadar Diskon! Subsidi Motor Listrik Disebut Bisa Pacu Industri Nasional

Gerak Cepat Atasi Karhutla! Operasi Modifikasi Cuaca Berlanjut, BMKG Kini Bergerak ke Berau

Nasib 193 Pedagang Ikan Kramat Jati Terungkap, Bakal Dipindah ke Lokbin

Bukan Sekadar Kebakaran! Presiden Minta Usut Dugaan Koneksi Pembakar Lahan dan Korporasi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.