- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Kecam Pengkritik AI,...
Trump Kecam Pengkritik AI, AS Siapkan “AI Force” untuk Mengawasi Perkembangan Teknologi
Minggu, 20 Sep 2026, 06:30 WIBWashington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Sabtu (19/9) mengecam para pengkritik kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan pusat data, seraya mengatakan dirinya tidak akan membiarkan "kehancuran" industri tersebut serta mengumumkan pembentukan "AI Force" baru di pemerintahan.
Trump, yang kini berbeda pandangan dengan meningkatnya skeptisisme publik terhadap AI serta peringatan keras mengenai keselamatan dari para pemimpin industri AI, mengatakan kelompok liberal menginginkan "pemusnahan atau kehancuran AI".
"Saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, tidak akan tinggal diam dan membiarkan hal ini terjadi," tulis Trump melalui platform Truth Social miliknya.
"Kami sama sekali tidak akan menghambat atau mengekang pertumbuhan industri luar biasa ini. Sebaliknya, kami akan menghargainya, membantunya, dan mengawasinya saat industri ini berkembang!"
Trump menambahkan, tanpa menjelaskan lebih lanjut, bahwa dirinya membentuk "AI Force" yang akan bertugas "mencari pihak-pihak yang BURUK" dan segera mengumumkan koordinator AI atau "Czar".
Pernyataan terbaru Trump yang secara tegas membela kecerdasan buatan tersebut disampaikan ketika berbagai jajak pendapat menunjukkan sebagian besar warga Amerika menolak pembangunan pusat data yang mengonsumsi energi dalam jumlah besar dan menjadi penggerak utama teknologi AI di lingkungan tempat tinggal mereka.
Di tengah perang melawan Iran yang berkepanjangan dan masyarakat Amerika yang menghadapi inflasi akibat konflik tersebut, tingkat persetujuan terhadap Trump berada pada level rendah.
Sejumlah survei menunjukkan Partai Republik yang dipimpinnya berpotensi kehilangan kendali atas DPR dan kemungkinan juga Senat dalam pemilu paruh waktu pada November.
Trump juga tetap mendukung teknologi tersebut meskipun muncul peringatan luas, termasuk dari para pemimpin industri AI, bahwa pengembangan AI berlangsung terlalu cepat dan teknologi itu pada akhirnya dapat mengancam kelangsungan hidup manusia jika agen AI yang semakin cerdas keluar dari kendali para perancangnya.
Jacob Coxon, mantan peneliti AI yang pernah bekerja di Anthropic sebelum mengundurkan diri, memicu gelombang peringatan terbaru setelah menggambarkan bagaimana para pengembang teknologi tersebut "dengan sungguh-sungguh meyakini bahwa teknologi ini dapat membunuh kita semua pada akhir dekade ini."
Trump berulang kali menepis berbagai peringatan mengenai kiamat akibat AI tersebut dan menyebutnya sebagai "hoaks", istilah yang kerap digunakannya untuk menggambarkan krisis atau persoalan yang tidak dapat dia kendalikan.
Presiden mengatakan Amerika Serikat tidak boleh kalah dalam perlombaan teknologi melawan pesaingnya, Tiongkok. Ia menegaskan bahwa satu-satunya pengaman yang diperlukan adalah "PRESIDEN YANG KUAT DAN CERDAS (IQ TINGGI!), dan AS memilikinya, bahkan dalam jumlah besar!"
Dalam unggahan media sosial lainnya pada Sabtu, Trump mempertanyakan apakah istilah kecerdasan buatan merupakan nama yang tepat. Ia menawarkan tiga alternatif dalam sebuah jajak pendapat dan meminta masyarakat memberikan pendapat.
Ketiga istilah tersebut adalah superior intelligence (kecerdasan unggul), extreme intelligence (kecerdasan ekstrem), dan supreme intelligence (kecerdasan tertinggi), tulis Trump.
"Ini adalah jajak pendapat, dan saya akan menghargai semua orang yang memberikan suara! Mana nama terbaik untuk 'Revolusi' yang terus berkembang ini?" tulisnya.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Dituding Langgar Hak Cipta Besar-besaran, Anthropic Digugat Sony dan Warner Music
-
Athletic Butuh Kecepatan Hadapi Ketajaman Barcelona
-
Berkibarlah Umbul-umbul Caruban Nagari Cirebon, Selembar Kain Pemersatu Kemenangan di Sunda Kelapa
-
Kemarau Panjang Ancam 800 Ha Tanaman Padi di Tanah Bumbu, Kalsel
-
PBB Peringatkan AI Tingkat Lanjut Dapat Menjadi Ancaman bagi Umat Manusia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.