• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Gila Sih Ini! AI Milik Ant...

Gila Sih Ini! AI Milik Anthropic, Claude bisa Retas Sistem OpenAI

Minggu, 20 Sep 2026, 06:39 WIB

JAKARTA - Inovasi kecerdasan artifisial (AI) ternyata bisa membobol sistem perusahaan kecerdasan artifisial lainnya dan hal itu baru-baru ini terjadi setelah beberapa peneliti keamanan independen mencoba hal tersebut.

Dalam laporan TechCrunch, Jumat (18/9), dilaporkan sekelompok peneliti keamanan independen telah memanfaatkan AI buatan Anthropic yaitu Claude untuk membobol sistem milik OpenAI yang dikenal mempopulerkan tren AI lewat ChatGPT.

Ket. Foto: Ilustrasi logo AI Anthropic — Sumber: Nicolas TUCAT / AFP

The Wall Street Journal menjadi yang pertama melaporkan ini dan menyebut para peneliti itu beranggotakan tiga orang berasal perusahaan rintisan bernama Hacktron AI.

Serangan Claude ke sistem OpenAI oleh Hacktron AI dilakukan sebagai bagian dari program berhadiah untuk penemuan celah keamanan (bug bounty) OpenAI.

Hacktron selanjutnya melaporkan temuan mereka kepada OpenAI, dan mendapatkan apresiasi sebesar 6.500 dolar AS (sekitar Rp115 jutaan).

Hal ini menarik karena saat ini terdapat krisis kepercayaan terhadap perusahaan-perusahaan AI terutama terkait dengan keamanan siber.

Lebih lanjut, terkait dengan serangan Claude yang dirancang Hacktron AI ke sistem OpenAI ternyata mereka berhasil menggabungkan dua kerentanan kritis untuk mendapatkan akses ke beberapa akun ChatGPT karyawan OpenAI.

Kerentanan itu memberi mereka akses ke perangkat lunak perusahaan.

OpenAI menyatakan telah menyelesaikan masalah yang ditemukan Hacktron AI dan memastikan tidak ada lagi kerentanan.

Insiden ini terjadi beberapa minggu setelah agen AI milik OpenAI diketahui juga sempat melakukan serangan pada sistem platform untuk berbagi model AI terbuka, Hugging Face, saat menjalani evaluasi keamanan.

Temuan demi temuan ini menggambarkan bagaimana teknologi siap pakai ternyata dapat digunakan untuk menemukan kerentanan bahkan pada infrastruktur perusahaan yang paling canggih sekalipun.

Pakar keamanan siber menyoroti hal ini dan menyebutkan situasi tersebut justru harus membuat siapa pun yang sudah terbiasa memanfaatkan AI tidak boleh lengah terhadap keamanan sibernya.

“Dengan biaya 200 dolar AS (sekitar Rp3,5 jutaan) per bulan, siapa pun dapat menggunakan alat-alat ini dan meretas perusahaan seperti OpenAI,” kat CEO perusahaan keamanan AI Gray Swan, Matt Fredrikson.

Matt lebih lanjut mengatakan,“Jika hal itu bisa terjadi pada mereka — dan saya rasa mereka tidak mengabaikan aspek keamanan siber akhir-akhir ini — hal itu bisa terjadi pada siapa pun.”

Kembali membahas kasus peretasan sistem OpenAI oleh Claude ini, yang perlu diperhatikan ialah langkah para peneliti yang mengungkap bahwa model Claude yang mereka gunakan — versi khusus Opus 4.8 yang tersedia untuk peneliti keamanan siber — awalnya tidak dapat membuat eksploitasi yang berfungsi.

Hal itu berubah dalam semalam, ketika Anthropic merilis Opus 5.

“Opus 4.8 mengalami kesulitan selama beberapa sesi untuk menghasilkan eksploitasi yang berfungsi,” tulis Hacktron dalam unggahan blog mereka.

Lebih lanjut mereka menyatakan, “Dalam beberapa jam setelah perilisan Opus 5, kami memberikan masalah yang sama dan berhasil.”

Insiden ini menyoroti batasan kemampuan model. Claude Opus 5, versi yang akhirnya berhasil memecahkan bug tersebut, tidak menghadapi pembatasan ekspor keamanan apa pun, tidak seperti versi yang lebih baru, Mythos 5, yang sempat diblokir sementara karena kekhawatiran tentang kemampuan peretasan tingkat lanjutnya.

Situasi itu memperlihatkan bahwa model AI terbuka saat ini semakin mendekati kemampuan siber terkini.

Kondisi ini membuat dilema di satu sisi AI artinya memberikan solusi untuk perbaikan bisa cepat dilakukan dalam kerentanan sistem.

Namun di sisi lain AI memiliki tantangan keamanan jika digunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengeksploitasi korbannya. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.