Pasukan Komando Pakistan Baku Tembak dengan Militan Bersenjata yang Ledakkan Masjid dan Serang Markas Polisi, 31 Tewas

Minggu, 20 Sep 2026, 06:18 WIB

KOHAT - Pasukan keamanan Pakistan menuntaskan operasi pembersihan yang berlangsung sekitar 20 jam di kompleks Old Police Lines, Kohat, Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, pada Sabtu (19/9).

Operasi tersebut melibatkan pasukan elite Special Services Group (SSG) Pakistan. Dalam proses penyisiran, para militan dilaporkan bertahan di area basement ketika pasukan keamanan melanjutkan operasi untuk mengamankan lokasi.

Ket. Foto: Delapan teroris tewas dalam operasi balasan yang dilakukan polisi dan pasukan keamanan, dan 17 polisi dan enam warga sipil menjadi korban tewas serangan oleh teroris. — Sumber: Istimewa

Dari Dawn, operasi tersebut merupakan lanjutan dari serangan mematikan yang terjadi pada Jumat, 18 September 2026, ketika sebuah kendaraan bermuatan bahan peledak meledak di dekat sebuah masjid di dalam kompleks Markas Polisi Kohat, disusul serbuan sejumlah teroris ke fasilitas kepolisian.

Dalam perkembangan terbaru, Kepolisian Khyber Pakhtunkhwa menyatakan delapan teroris tewas dalam operasi balasan yang dilakukan polisi dan pasukan keamanan. Komando Elite Force, tim Counter-Terrorism Department (CTD), dan pasukan keamanan membersihkan bagian-bagian penting dari bangunan di kompleks tersebut.

Operasi dipimpin pejabat senior CTD bersama kepolisian regional dan kepolisian distrik Kohat. Kepala Kepolisian Khyber Pakhtunkhwa, Zulfiqar Hameed, juga berada di lokasi selama operasi berlangsung.

“Polisi, CTD, dan pasukan keamanan bertempur dengan gagah berani. Para personel pemberani ini adalah kebanggaan bangsa,” kata Hameed.

Ia menambahkan, “Rencana jahat para teroris telah digagalkan, dan kami akan memastikan mereka dilenyapkan sepenuhnya.”

Serangan Dimulai dengan Bom Mobil

Menurut keterangan Hameed dan kepolisian, serangan bermula ketika sebuah alat peledak improvisasi yang dibawa kendaraan atau vehicle-borne improvised explosive device (VBIED) meledak di tembok pembatas dekat masjid di dalam Markas Polisi Kohat.

Sedikitnya tujuh penyerang kemudian menerobos masuk ke kompleks dan bergerak menuju gedung CTD serta Special Branch.

Enam penyerang, termasuk seorang pelaku bom bunuh diri, tewas ditembak aparat penegak hukum. Setidaknya satu penyerang lainnya kemudian berhasil masuk dan bersembunyi di salah satu bangunan di dalam kompleks.

Kepolisian kemudian melancarkan operasi pembersihan untuk memburu penyerang yang masih bertahan. Pada Jumat sore, sekitar pukul 15.30 waktu setempat, polisi menyatakan operasi berada pada tahap akhir.

Dalam laporan awal, Kepala Kepolisian Khyber Pakhtunkhwa mengatakan operasi akan terus dilakukan sampai ancaman tersebut benar-benar dihilangkan.

“Operasi akan berlanjut hingga Fitna-ul-Khawarij benar-benar diberantas,” kata Hameed, seraya menambahkan bahwa moral kepolisian tetap tinggi.

Istilah Fitna al-Khawarij digunakan pemerintah Pakistan untuk menyebut kelompok teroris yang tergabung dalam Tehreek-i-Taliban Pakistan (TTP) yang telah dilarang.

Pada akhirnya, operasi pembersihan berlangsung sepanjang malam dan baru dinyatakan selesai pada Sabtu, 19 September. Kepolisian kemudian menyatakan delapan teroris tewas.

Namun, terdapat perbedaan angka dari pejabat Pakistan. Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi menyebut tujuh penyerang tewas, sementara Kepolisian Khyber Pakhtunkhwa menyatakan jumlahnya delapan.

Korban Serangan Mencapai 23 Orang

Serangan awal menimbulkan korban jiwa besar.

Pada laporan awal Jumat, sedikitnya 21 orang, termasuk 15 personel kepolisian, dinyatakan tewas dan lebih dari 100 orang terluka. Tiga korban dilaporkan dalam kondisi kritis.

Pada Sabtu, jumlah korban tewas meningkat menjadi 23 orang, terdiri dari 17 polisi dan enam warga sipil, menurut polisi dan pejabat CTD.

Di antara korban tewas terdapat SP Lalu Lintas Akbar Shinwari dan Dr Israel Orakzai, kepala departemen anak-anak di DHQ KDA Kohat.

Jenazah 15 personel kepolisian yang gugur dalam serangan tersebut disalatkan di Kohat pada Jumat malam. Setelah itu, jenazah mereka dibawa menggunakan ambulans Rescue 1122 menuju distrik asal mereka, yakni Kohat, Karak, Lakki Marwat, Bannu dan Mardan.

Pejabat CTD Terluka Saat Operasi

Operasi pembersihan juga berlangsung dalam kondisi berbahaya.

Additional Inspector General CTD Javad Qamar dilaporkan mengalami luka di tangan setelah terkena serangan granat dari teroris selama operasi. Setelah mendapatkan pertolongan pertama, ia kembali ke garis depan untuk mengawasi operasi dan meningkatkan moral personel.

Sebelumnya, pejabat CTD tersebut telah tiba di lokasi setelah serangan dan ikut memimpin operasi melawan para penyerang.

Menurut keterangan CTD, para teroris memasuki gedung Special Branch setelah serangan bom bunuh diri di masjid. Pertukaran tembakan antara personel CTD dan teroris berlangsung ketika operasi pembersihan dilakukan.

Rescue 1122 Kerahkan Puluhan Personel

Tim Rescue 1122 juga mengerahkan sumber daya besar dalam operasi penyelamatan dan penanganan korban.

Sebanyak 24 kendaraan, termasuk ambulans, kendaraan penyelamat dan kendaraan evakuasi, dikerahkan. Lebih dari 60 personel ikut dalam operasi tersebut.

Kepala Rescue 1122 Distrik Kohat, Noorul Amin Khattak, memantau operasi penyelamatan. Tim dari distrik lain, termasuk Karak dan Hangu, juga membantu.

Sebanyak tujuh korban luka dirujuk ke Peshawar untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Lima korban dibawa ke Lady Reading Hospital dan dua lainnya ke Hayatabad Medical Complex.

Juru bicara Rescue 1122, Bilal Ahmed Faizi, mengatakan personelnya menjalankan operasi penyelamatan dalam kondisi yang “sangat sulit, sensitif dan berbahaya”, namun tetap menunjukkan kemampuan profesional yang baik.

Serangan Diklaim Kelompok Militan

Serangan tersebut diklaim oleh kelompok Ittehadul Mujahideen yang dipimpin Hafiz Gul Bahadur.

Sementara itu, pemerintah Pakistan menggunakan istilah Fitna al-Khawarij untuk merujuk kepada kelompok yang disebut terkait dengan TTP.

Kompleks Old Police Lines sendiri memiliki sejumlah fasilitas penting kepolisian, termasuk Counter-Terrorism Department dan Special Branch, sehingga serangan tersebut juga menargetkan fasilitas yang berperan dalam operasi keamanan dan antiterorisme di wilayah tersebut.

Kecaman dari Pemerintah Pakistan

Ketua Menteri Khyber Pakhtunkhwa Sohail Afridi meminta laporan terperinci mengenai insiden tersebut dan menyebut penargetan warga sipil yang tidak bersalah sebagai tindakan yang “sangat disayangkan dan tidak dapat diterima”.

Ia juga meminta pihak berwenang memastikan korban luka segera mendapatkan perawatan.

“Semangat bangsa tidak boleh dipatahkan oleh tindakan terorisme yang pengecut,” kata Afridi.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif juga mengecam serangan tersebut dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Presiden Zardari mengatakan pemberantasan total terhadap teroris yang disebut mendapat dukungan asing merupakan hal penting bagi keamanan nasional.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif meminta laporan mengenai ledakan tersebut dan mengarahkan pihak berwenang mempercepat operasi penyelamatan.

Gubernur Khyber Pakhtunkhwa Faisal Karim Kundi juga mengecam serangan dan mendoakan kesembuhan para korban luka.

“Seluruh bangsa mendukung pasukan keamanan untuk memberantas terorisme,” katanya.

Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi mengatakan tindakan teroris tidak akan melemahkan tekad bangsa.

“Bangsa ini berdiri bersama keluarga para martir di saat duka ini,” demikian pernyataan Naqvi.

Pesan dari Khyber Pakhtunkhwa

Sohail Afridi juga menyampaikan kecaman melalui pesan video. Ia mengatakan masyarakat Khyber Pakhtunkhwa telah mengorbankan lebih dari 80.000 nyawa untuk Pakistan dan terus menanggung beban berat dalam perjuangan melawan terorisme.

“Khyber Pakhtunkhwa adalah provinsi garda terdepan Pakistan dalam perang melawan terorisme,” katanya.

Menurut Afridi, perdamaian di Islamabad dan wilayah lain di Pakistan terwujud berkat pengorbanan masyarakat Khyber Pakhtunkhwa.

Ia juga mengkritik pihak yang, menurutnya, menyebut warga Khyber Pakhtunkhwa sebagai teroris. Menurutnya, pernyataan semacam itu kembali membuka luka masyarakat dan tidak menghormati para martir mereka.

Menanggapi komentar kepala menteri provinsi lain, Afridi mengatakan sangat disayangkan jika ada yang menyebut ancaman terhadap Pakistan berasal dari provinsi lain dan bukan dari India.

Ia mengatakan Khyber Pakhtunkhwa dan provinsi-provinsi lain merupakan wilayah patriotik yang telah banyak berkorban untuk negara.

“Pakistan adalah negara kami, dan kami tidak akan membiarkan konspirasi apa pun berhasil,” katanya. Ia menambahkan bahwa upaya untuk menciptakan perpecahan, prasangka dan kebencian di antara rakyat akan digagalkan.

Kecaman dari Negara Lain

Komisaris Tinggi Inggris di Pakistan mengatakan dirinya “terkejut dengan serangan mengerikan” di Kohat.

“Tidak seorang pun seharusnya menghadapi kekerasan di tempat ibadah,” katanya, seraya menyampaikan simpati kepada mereka yang terluka dan keluarga korban.

Kedutaan Besar China di Pakistan menyatakan “sangat berduka” atas serangan tersebut. Mereka mengutuk aksi itu dan menyampaikan “belasungkawa terdalam kepada para korban yang meninggal dan simpati tulus kepada keluarga yang ditinggalkan”.

Kedutaan Besar Rusia di Pakistan juga mengutuk keras serangan tersebut.

“Tragedi mengerikan ini, yang merenggut banyak nyawa, sekali lagi menggarisbawahi perlunya upaya bersama untuk memerangi terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya,” demikian pernyataan Rusia.

Mereka berharap pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut dapat diidentifikasi dan dibawa ke pengadilan, sekaligus menyampaikan duka kepada keluarga dan teman-teman para korban serta berharap seluruh korban luka segera pulih.

Bukan Serangan Pertama di Kohat

Kohat sebelumnya juga pernah mengalami serangan mematikan.

Pada 2010, sebanyak 20 orang, sebagian besar kerabat polisi, tewas dan lebih dari 90 orang terluka dalam ledakan bom yang dikendalikan dari jarak jauh di sebuah kompleks perumahan polisi yang berada tepat di belakang Markas Polisi Kohat.

Ledakan tersebut terjadi pada bulan Ramadan saat waktu berbuka puasa.

Dalam serangan terbaru pada 18 September 2026, pasukan Pakistan kembali harus melakukan operasi besar di kompleks yang sama setelah serangan bom kendaraan dan penyusupan sejumlah penyerang.

Operasi pembersihan kemudian berlangsung sepanjang malam hingga Sabtu, 19 September 2026, ketika polisi menyatakan seluruh kompleks telah dibersihkan dan delapan teroris tewas.

Kementerian Informasi Pakistan menyatakan negara tersebut memiliki kemauan dan kemampuan untuk menghadapi ancaman terorisme.

“Pakistan memiliki kemauan dan kemampuan untuk menghilangkan ancaman teroris di mana pun mereka berada dan akan mengambil semua langkah yang diperlukan, sesuai dengan hukum internasional, untuk melindungi warga negara, wilayah, dan kedaulatannya.”

Pemerintah Pakistan juga menyerukan kepada Taliban Afghanistan agar mengambil tindakan konkret terhadap jaringan militan yang menurut Islamabad menggunakan wilayah Afghanistan untuk merencanakan dan melakukan serangan di Pakistan.

  • Militan Pakistan

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.