Perkuat Imunitas, Dinas Kesehatan Manggarai Pastikan Ketersediaan Stok Vaksin Anti Rabies

Minggu, 28 Mei 2023, 17:57 WIB

Lewoleba - Perkuat Imunitas. Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur memastikan stok vaksin anti rabies (VAR) bagi pasien yang mendapatkan gigitan hewan penular rabies (HPR) masih tersedia di kabupaten itu.

"Ketersediaan VAR di Kabupaten Manggarai selalu ada. Terhitung sejak bulan Januari 2023 Manggarai memiliki 1.000 vial VAR dan sisa stok per tanggal 24 Mei 2023 sebanyak 392 vial," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai drg Bartolomeus Hermopan ketika dihubungi dari Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata, Ahad.

Sejak bulan Januari hingga 30 April 2023, Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai mencatat adanya 483 kasus gigitan HPR yakni gigitan anjing dan kucing.

Dari 483 kasus itu, kata Bartolomeus, ada dua kasus yang dinyatakan rabies berdasarkan diagnosa gejala klinis yang timbul dari korban.

Dia mengatakan para petugas selalu melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) pada kasus gigitan HPR.

Selain itu, Dinkes setempat juga mendistribusikan VAR ke puskesmas dan melayani pemberian VAR maupun serum anti rabies (SAR) kepada pasien yang mengalami gigitan. Tatalaksana penanganan pasien terkena gigitan rabies dilakukan sebagaimana penatalaksanaan gigitan HPR.

Dinkesmengimbau warga untuk segera membawa pasien yang mendapatkan gigitan anjing ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan sesegera mungkin. Hal itu dilakukan agar pasien bisa mendapatkan suntikan VAR dan atau SAR sesuai indikasi.

Sekretaris Komite Rabies Flores dan Lembata, dr Asep Purnama, Sp.PD mengatakan penanganan yang cepat dan tepat terhadap kasus gigitan HPR dapat menjadi salah satu langkah penanganan efektif pada kasus rabies.

Dokter spesialis penyakit dalam di RSUD dr T. C. Hillers Maumere itu meminta para tenaga kesehatan untuk tidak panik dengan kejadian gigitan HPR.

Apabila ada kasus gigitan, penanganan harus dilakukan sesegera mungkin agar virus rabies tidak mencapai otak.

Untuk kasus dengan risiko rendah, pasien dapat langsung diberikan vaksin anti rabies (VAR). Sedangkan untuk kasus dengan risiko tinggi, pasien harus diberikan VAR dengan serum antirabies (SAR).

"Jangan panik. Setelah digigit, cuci luka, langsung beri VAR atau SAR," demikian Asep Purnama.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.