Menkes Budi Ingin Program Deteksi Dini Kanker Disebar Merata ke Seluruh Daerah
Selasa, 23 Mei 2023, 06:40 WIBKementerian Kesehatan (Kemenkes) RI ingin meningkatkan program deteksi dini penyakit kanker melalui kegiatan promotif dan preventif secara merata di seluruh daerah di Indonesia. Hal itu dikemukakan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Senin (22/5).
"Masing-masing pilar transformasi kesehatan memiliki sekitar 10 hingga 15 program, sehingga total kurang lebih 100 program, dan salah satu prioritasnya adalah layanan kanker," ujar Menkes Budi.
Ia mengemukakan layanan untuk pasien kanker merupakan prioritas dalam transformasi sistem kesehatan di Indonesia. Salah satunya dengan memaksimalkan ketersediaan layanan kanker di 514 kabupaten/kota di Indonesia.
Selain meningkatkan kegiatan kuratif dan rehabilitatif, lanjutnya, Kemenkes juga memprioritaskan layanan kanker melalui program promotif dan preventif, terutama pada skrining dan deteksi dini.
"Saat ini sistem kesehatan di Indonesia lebih mengarah pada upaya-upaya pencegahan daripada pengobatan," kata dia.
Kemenkes melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjamin pembiayaan gratis untuk skrining 14 jenis penyakit di puskesmas, salah satunya program layanan skrining kanker.
"Wujud implementasi transformasi layanan primer yakni melalui BPJS Kesehatan yang saat ini tengah mengalokasikan 9 triliun rupiah untuk pembiayaan layanan skrining yang di dalamnya termasuk untuk kanker," kata Menkes Budi.
Kemenkes menyiapkan 10.000 mesin ultrasound yang tahun ini akan dibagikan ke seluruh puskesmas di 514 kabupaten/kota di Indonesia guna mencapai target deteksi dini penyakit kanker payudara.
Selanjutnya program pemberian vaksinasi HPV secara gratis diberikan guna mencegah angka pengidap kanker leher rahim (kanker serviks) pada perempuan. Vaksin HPV diberikan kepada anak perempuan kelas 5 dan 6 SD. Tahun ini akan diberikan secara merata di 34 provinsi di Indonesia.
Selain vaksinasi, Kemenkes juga tengah menyiapkan program percontohan untuk pemeriksaan kanker serviks menggunakan metode HPV DNA Test. Saat ini HPV DNA Test dilakukan di lima kota di DKI Jakarta yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur. Ant/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Harkitnas 2026: Jakarta Siap Terapkan Batasan Usia Bawah 16 Tahun Main Medsos
-
Energi Biru Dipacu, NTB Percepat Pembangunan PLTAL Selat Alas
-
Mentoring Class KASI PANDU PPI Dunia 2026 Sukses Berjalan, Jembatani Pelajar Indonesia dengan Mentor Nasional dan Global
-
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya Bakal Bangun Pasar Induk Modern
-
Gerakan Literasi Perkuat Aktivitas Anak Tanpa Ketergantungan Gawai
-
UMKM Terbantu Bazar Lebaran Betawi
-
Kanker Paru Kini Mengintai Non-Perokok, Penyintas Desak Akses Diagnosis dan Obat Inovatif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.