Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengagetkan, Ternyata Kesadaran tentang Pangan Sehat Masih Rendah

📅 Senin, 22 Mei 2023, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengagetkan, Ternyata Kesadaran tentang Pangan Sehat Masih Rendah Doc: ANTARA/Zuhdiar Laeis
Ket. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang Bambang Pramusinto.

Semarang - Mengagetkan, Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang menyebutkan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi bahan pangan sehat masih rendah, yang dibuktikan dengan masih ditemukannya makanan-makanan yang mengandung bahan berbahaya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Kota Semarang Bambang Pramusinto, di Semarang, Minggu, mengatakan makanan-makanan yang mengandung bahan berbahaya, seperti boraks dan formalin masih ditemukan di lapangan.

Ia mencontohkan hasil pemantauan di Pasar Ngemplak Simongan, Jumat (19/5) lalu, menemukan mi basah yang positif mengandung formalin dan boraks, kerupuk gendar positif boraks, serta ikan jambal dan cumi asin berformalin.

"Ada pula teri nasi yang mengandung formalin, dan sebagian pangan olahan yang usianya lebih dari tujuh hari, tidak ber-PIRT (produk industri rumah tangga), serta pangan olahan terdapat cemaran fisik," katanya.

Selain pasar, kata dia, Dishanpan Kota Semarang juga melakukan pemantauan terhadap para pedagang keliling di sekitar Sekolah Dasar Negeri (SDN) Manyaran 01 Semarang dan di kantin sekolah.

"Hasilnya, ditemukan (kerupuk, red.) gendar yang mengandung boraks (dijajakan, red.) pedagang keliling," katanya.

Kegiatan yang dinamai Pemantauan Kualitas Pangan dengan Melibatkan Elemen untuk Warga Semarang (Mata Elang) itu melibatkan banyak pihak, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Satpol PP, dan pemangku wilayah setempat.

Menurut dia, sebagian masyarakat belum menyadari pentingnya mengonsumsi pangan yang aman akan berdampak pada kesehatan, dan praktik higienis sanitasi di sepanjang rantai pangan juga masih belum terpenuhi dengan baik.

"Sebagian pelaku usaha pangan juga belum menyadari pentingnya registrasi pangan dan izin edar. Kemudahan pelaku usaha atau penjual pangan olahan yang dapat langsung berjualan tanpa berizin menjadikan tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam upaya pembinaan dan pengawasan," katanya.

Ia mengatakan bahwa Pemkot Semarang mempunyai kewajiban untuk menjamin terwujudnya penyelenggaraan keamanan pangan di setiap rantai pangan secara terpadu, salah satunya melalui kegiatan Mata Dewa.

Melalui kegiatan Mata Dewa yang didukung dengan tersedianya mobil laboratorium keamanan pangan, kata dia, masyarakat dalam memilih menu sehari-harinya diharapkan bisa bergizi seimbang dan aman, baik pangan olahan maupun pangan segar.

"Aman dalam kaitan ini adalah terhindar dari cemaran kimia seperti pestisida, bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rodhamin B, dan methanyl Yellow," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.