Neraca Transaksi Berjalan Diperkirakan Defisit 0,65 Persen

Selasa, 16 Mei 2023, 00:03 WIB

JAKARTA - Neraca transaksi berjalan Indonesia pada 2023 diperkirakan mengalami defisit sebesar 0,65 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau menurun dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,1 persen dari PDB.

Ekonom Bank Mandiri, Faisal Rachman, dalam keterangan resmi seperti dikutip dari Antara, di Jakarta, Senin (15/5), mengatakan perkiraan defisit tersebut masih terkendali sehingga mendukung stabilitas sektor eksternal hingga taraf tertentu.

Ket. Foto: Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. — Sumber: ANTARA/RIVAN AWAL LINGGA

Dia memperkirakan ekspor nasional ke depan akan terus melemah karena penurunan harga komoditas lantaran pelemahan permintaan global, di tengah tingginya inflasi dan kenaikan suku bunga acuan bank-bank sentral yang masih berlanjut.

"Kami masih mengantisipasi surplus neraca dagang yang cenderung mengecil, terutama pada paruh kedua tahun 2023. Namun, surplus neraca dagang dapat bertahan lebih lama dari antisipasi karena harga komoditas akan menurun secara bertahap," katanya.

Faktor yang menahan penurunan harga adalah kenaikan permintaan global karena ekonomi Tiongkok dibuka kembali, produksi minyak OPEC yang menurun, produksi komoditas pangan yang berpotensi menurun karena El Nino, serta krisis energi global yang mereda.

Pakar Sosiologi Ekonomi dari Universitas Airlangga, Surabaya, Bagong Suyanto, mengatakan defisit transaksi berjalan menunjukkan volume impor yang besar dan kinerja ekspor Indonesia tidak kunjung membaik. Masalah tersebut akan semakin menyulitkan program pengentasan kemiskinan.

Sebab itu, dia meminta pemerintah memperkuat substitusi impor terutama produk pertanian untuk menggairahkan ekonomi perdesaan sekaligus menekan defisit transaksi berjalan. "Impor memang tidak mungkin dihilangkan sama sekali, tapi harus ada subtitusi impor supaya sambil jalan mulai produksi sendiri barang-barang yang selama ini diimpor," kata Bagong.

Dorong Hilirisasi

Secara terpisah, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Teuku Riefky, mengatakan pemerintah harus mendorong hilirisasi dan mulai mengurangi kebergantungan pada ekspor komoditas dan bahan mentah.

Sebab, kalau masih terus bergantung pada ekspor bahan mentah dan komoditas, harganya sewaktu-waktu bisa turun yang berdampak pada penurunan surplus neraca perdagangan, seperti posisi di triwulan I-2023 dibanding dengan triwulan sebelumnya.

"Penurunan harga komoditas dapat menurunkan surplus perdagangan Indonesia pada 2023 karena ekspor masih didominasi bahan mentah dan komoditas," jelas Riefky.

Estimasi penurunan surplus perdagangan sebagian telah tecermin dalam surplus perdagangan yang lebih rendah pada triwulan I-2023 dibandingkan dengan surplus di triwulan IV-2022 karena turunnya, baik ekspor maupun impor. "Saya sepakat upaya mendorong hilirisasi ini menjadi kunci. Pemerintah harus konsisten dengan kebijakan ini agar pertumbuhan ekonomi bisa terjaga," papar Riefky.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Menekraf Ungkap Ekosistem Ekonomi Kreatif Solusi Tekan Pengangguran di Kota Malang

Mentan: Stok Beras Lebih dari 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan Aman

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.