Hati-hati! Ini Bahaya Pakai Sunscreen Kedaluwarsa
Senin, 15 Mei 2023, 11:15 WIBTabir surya atau sunscreen menjadi komponen penting untuk menghindari paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari yang berlebihan. Namun, penting untuk memperhatikan tanggal kedaluwarsa produk sunscreen.
Sebab, penggunaan sunscreen kedaluwarsa bisa berdampak buruk pada kesehatan kulit. Adapun salah satu dampak bahaya penggunaan sunscreen kedaluwarsa yakni sunburn atau kulit mengalami iritasi akibat paparan sinar UV.
Menurut Skin Cancer Foundation, penggunaan sunscreen kedaluwarsa seiring waktu dapat meningkatkan risiko kanker kulit dan menyebabkan kulit menua sebelum waktunya.
"Setelah tabir surya kedaluwarsa, maka benda ini kehilangan kemanjurannya dan tidak akan memberi perlindungan," kata pakar dermatologi di Westlake Dermatology, Houston, Texas, Neil Farnsworth, MD, dikutip dari Livestrong, Senin (15/5).
Menurut Cleveland Clinic, dampak ini kemungkinan besar untuk sunscreen mengandung bahan-bahan seperti avobenzone atau octinoxate, yang dapat terurai dengan cepat. Selain itu, sunscreen kedaluwarsa juga dapat mengoksidasi atau menampung bakteri yang berpotensi memicu reaksi alergi, ruam atau jerawat.
Farnsworth menjelaskan, cara termudah untuk mengetahui masa pakai sunscreen dengan melihat tanggal kedaluwarsanya. Namun, jika tak menemukannya, bisa dengan mengamati sejumlah tanda produk sudah melewati masa pakai yakni tampak berair, kering atau berpasir, warnanya dan baunya berubah.
Tanggal kedaluwarsa biasanya tiga tahun setelah tabir surya diproduksi dan ini tercantum pada botol atau tabung tabir surya. Namun jika tidak, sebaiknya tuliskan tanggal pada produk saat membelinya.
Pakar kesehatan di Mayo Clinic mengingatkan orang-orang menjauhkan tabir surya dari sinar matahari langsung. Saat mereka berada di luar, sebaiknya simpan tabir surya di tempat teduh atau bungkus dengan handuk.
Jadi, sunscreen yang sudah kedaluwarsa tidak memberikan perlindungan yang sama terhadap sinar UV dari matahari jika digunakan. Bahkan, meningkatkan risiko terbakar sinar matahari dan kemungkinan terkena kanker kulit.
"Hal ini dapat menyebabkan peningkatan kerusakan kulit. Ini tidak dianggap aman," ujar ujar Farnsworth.
"Dan tabir surya yang sudah usang dapat memicu reaksi kulit yang membuat Anda mengalami luka bakar dan ruam pada saat yang bersamaan," lanjutnya.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
Line Up Synchronize Fest 2026 Fase 1: Daftar 17 Musisi dan Jadwal Festival
-
Robot Penjelajah NASA Temukan Molekul Unsur Kehidupan di Mars
-
Perut Anda Buncit? Jalan Kaki 10 Menit Sehabis Makan Solusinya!
-
27,6% Perempuan Indonesia Insecure soal Gigi
-
Wajib Tahu! Kurang Tidur di Usia 40-an dan 50-an Bisa Meningkatkan Risiko Alzheimer di Kemudian Hari
-
Hasil Liga Spanyol: Barcelona Kokoh di Puncak Klasemen Usai Taklukkan Celta Vigo 1-0
-
Polri Ungkap Penyelenggaraan Haji Ilegal, Jemaah Diberangkatkan Lebih Awal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.