- Home
-
- Luar Negeri
-
- Ketegangan Mencair, Menter...
Ketegangan Mencair, Menteri Pertanian Australia dan Tiongkok Bertemu
Selasa, 18 Apr 2023, 09:38 WIBSYDNEY - Australia pada Selasa (18/4) menegaskan kembali komitmennya untuk meningkatkan hubungan pertanian dengan Tiongkok setelah pertemuan tingkat menteri. Canberra menyambut baik kemajuan yang dibuat untuk memulihkan perdagangan jelai di tengah mencairnya hubungan diplomatik.
Australia pekan lalu mengatakan telah mencapai kesepakatan dengan Tiongkok untuk menyelesaikan perselisihan mereka atas impor jelai, setelah Beijing pada Januari melanjutkan pembelian batu bara Australia dan peningkatan impor daging sapi.
Menteri Pertanian Murray Watt mengatakan, dimulainya kembali perdagangan normal adalah kepentingan kedua negara setelah pertemuan dengan wakil menteri pertanian Tiongkok Ma Youxiang di Canberra pada Senin (17/4).
"Saya menegaskan kembali posisi kami yang jelas dan konsisten bahwa semua hambatan perdagangan yang mempengaruhi ekspor Australia harus dihilangkan," kata Watt dalam sebuah pernyataan."Kami juga membahas masalah bilateral, termasuk masalah perdagangan dan konsuler."
Hubungan diplomatik Australia dengan mitra dagang terbesarnya sangat tegang sejak 2018 ketika Australia melarang Huawei Tiongkok menyediakan peralatan selama peluncuran jaringan 5G-nya. Hubungan semakin memburuk setelah Canberra menyerukan penyelidikan independen tentang asal mula Covdi-19.
Tiongkok menanggapi dengan mengenakan tarif pada komoditas Australia termasuk anggur dan jelai.
Namun ketegangan mereda setelah pemerintah Partai Buruh kiri-tengah kembali berkuasa tahun lalu di Australia.Kunjungan Ma Youxiang dilakukan hanya beberapa hari setelah perjalanan Wakil Menteri Luar Negeri Ma Zhaoxu ke Australia.
Pejabat Tiongkok menunjukkan "keinginan yang tulus untuk bekerja sama" untuk menghapus tarif hukuman pada anggur Australia, kata Watt kepada surat kabar The Australian. Australia berharap mencapai kesepakatan dengan Tiongkok dalam sengketa tarif anggur setelah kesepakatan barley.
Ekspor anggur ke Tiongkok daratan, yang merupakan pasar utama Australia berdasarkan nilai sebelum Beijing memberlakukan tarif, anjlok menjadi sekitar A$12 juta (US$8 juta) pada 2022 dari A$1,3 miliar pada 2019, sebuah laporan oleh badan industri Wine Australia pada bulan Februari menunjukkan.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA
Berita Terkait:
-
Kematian Arsitek Ekonomi Zhu Rongji Membuka Fase 'Superpolitik' Tiongkok
-
Respon Gempa 7,7 M NTT, Dompet Dhuafa Kirim Relawan dan Dirikan Posko Darurat
-
Singapura Gandeng Tiongkok Perkuat Teknologi Nuklir
-
Xi: Warisan Jiang Zemin jadi Arah Perjalanan Baru Tiongkok yang Berkesinambungan
-
Nagasaki Peringati 81 Tahun Peristiwa Bom Atom AS di Tengah Gejolak Geopolitik Global
-
Kanada Dituding Bantu Tiongkok Hindari Tarif AS
-
Jangan Ada Basa-basi! Mentan Amran Perintahkan Bulog Gelontorkan Jagung SPHP Tanpa Batas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.