DBH Sawit Perlu Dioptimalkan

Rabu, 12 Apr 2023, 08:37 WIB

JAKARTA - Pemerintah menaikkan alokasi Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit tahun ini sebesar 70 persen dari periode sebelumnya. Karena itu, penggunaan dana tersebut perlu dioptimalkan mengingat selama ini pemanfaatan DBH sawit dinilai tak maksimal.

Ekonom Indef, Esther Sri Astuti, menilai penggunaan DBH sawit saat ini belum maksimal karena hanya untuk program tertentu, seperti subsidi, pembangunan sebagian sarana dan prasarana (sarpras), serta riet yang minim. "Padahal yang terpenting bagaimana Indonesia bisa meningkatkan produktivitas, memelihara lingkungan dan petani sejahtera," tegas Ekonom Indef, Esther Sri Astuti, kepada Koran Jakarta, Selasa (11/4).

Ket. Foto: — Sumber: Istimewa

Menurut Esther, hal ini penting agar volume sawit Indonesia meningkat dan dapat diterima negara lain karena tetap menjaga lingkungan. Selain itu, ekspor produk turunan sawit dapat meningkat lebih banyak ketimbang sawit mentah sehingga nilai tambahnya meningkat.

Dia menambahkan DBH ini seharusnya dialokasikan untuk beberapa program pembangunan sarana dan prasarana sawit, pembinaan petani sawit, peningkatan riset dan pengembangan untuk produk turunan sawit, pemeliharaan lingkungan atas kerusakan yang ditimbulkan sawit serta sertifikasi sawit, karena tanpa sertifikasi sawit tidak bisa diekspor.

Seperti diketahui, dalam APBN Tahun Anggaran 2023, pemerintah mengalokasikan DBH Sawit sebesar 3,4 triliun rupiah, meningkat dari tahun lalu sebesar dua triliun rupiah. Jumlah ini telah sesuai dengan kesepakatan antara pemerintah dengan Badan Anggaran DPR sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2022 tentang APBN 2023 dan Peraturan Presiden Nomor 130 Tahun 2022 tentang Rincian APBN Tahun Anggaran 2023.

"Di dalam APBN 2023, DBH itu dialokasikan sebesar yang tadi telah kami sebutkan 136,3 triliun rupiah. Alokasi DBH tersebut termasuk di dalamnya adalah DBH sawit yaitu diidentifikasikan sebesar 3,4 triliun rupiah sesuai kesepakatan rapat kerja badan anggaran DPR RI dengan pemerintah," ungkap Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, saat melaksanakan Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Jakarta, Selasa (11/4).

Siapkan RPP

Untuk mendukung penyaluran DBH Sawit ini, pemerintah tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang DBH Perkebunan Sawit. Dalam prosesnya, pemerintah melakukan konsultasi kepada Komisi XI DPR sebagai komisi yang membidangi keuangan.

Dalam RPP, alokasi DBH Sawit akan bersumber dari pungutan ekspor (PE) dan bea keluar (BK). Besaran porsi DBH minimal 4 persen dan dapat ditingkatkan dengan memperhatikan kemampuan keuangan negara.

Adapun formula pembagian kepada daerah yakni untuk provinsi 20 persen, kabupaten/kota penghasil 60 persen, dan kabupaten/kota berbatasan 20 persen. Dengan demikian, jika asumsi DBH sebesar 4 persen maka proporsi provinsi sebesar 0,8 persen, proporsi kabupaten/kota penghasil 2,4 persen, dan proporsi kabupaten/kota berbatasan 0,8 persen. Selain itu akan diterapkan batas minimum alokasi per daerah untuk 2023 yaitu sebesar satu miliar rupiah per daerah.

"Karena nanti kita lihat pada 2022 beberapa bulan PE dan BK itu nol, sehingga penerimaannya nol, sehingga yang menjadi sumber dana untuk dibagihasilkan juga menjadi nol, maka nanti jumlahnya menjadi terlalu kecil. Ada untuk daerah yang mendapatkan sangat kecil, kami memutuskan ada batas minimum alokasi per daerah minimal mereka mendapatkan satu miliar per daerah," jelas Menkeu.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.