Perbankan Nasional Stabil meski Ada Guncangan di AS dan Eropa

Jumat, 31 Mar 2023, 00:00 WIB

JAKARTA - Industri perbankan domestik tetap stabil dan memiliki resiliensi yang kuat setelah guncangan industri perbankan yang terjadi di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Secara makro, ekonomi Indonesia juga stabil dan memiliki resilien karena banyak ditopang oleh konsumsi domestik.

"Pelaku industri sebetulnya tidak perlu terlalu cemas karena kondisi perekonomian kita cukup resilien terhadap gejolak eksternal," kata Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/3).

Ket. Foto: Ketidakpastian ekonomi — Sumber: ISTIMEWA

Seperti dikutip dari Antara, meski demikian, Purbaya mengingatkan industri perbankan nasional agar tetap mengantisipasi berbagai ketidakpastian ekonomi dengan menjaga permodalan di level yang sehat. Pelaku industri perbankan diimbau agar dapat melihat berbagai sektor yang memiliki peluang besar agar pembiayaan dari perbankan dapat tersalurkan.

Saat ini, ujar Purbaya, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) perbankan domestik berada di level yang sehat yakni 2,59 persen (gross) per Januari 2023, dan kapasitas permodalan perbankan atau capital adequacy ratio (CAR) mencapai 25,93 persen.

Begitu juga dengan likuiditas perbankan yang saat ini, kata dia, dalam keadaan memadai. Alat likuid/non-core deposit (AL/NCD) dan alat likuid/dana pihak ketiga (AL/DPK) per Januari 2023 masing-masing sebesar 129,64 persen dan 29,13 persen.

Jangan Takut Investasi

Purbaya mengimbau masyarakat agar tetap percaya kepada perbankan nasional dan tidak takut untuk memulai berinvestasi meskipun ada potensi resesi di beberapa negara besar.

"Untuk masyarakat juga harus tetap tenang terkait simpanannya sebab aset LPS sekarang sebesar 196 triliun rupiah lebih. Jadi, jangan takut menabung karena dana LPS sangat cukup untuk menjamin simpanan masyarakat," kata Purbaya.

Per 28 Februari 2023, total aset LPS mencapai 196,68 triliun rupiah. Posisi tersebut merepresentasikan kenaikan 5,32 persen secara tahun berjalan (year to date/ytd) dibandingkan posisi akhir 2022, atau kenaikan 15,07 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pada 2023, LPS menargetkan posisi aset mencapai lebih dari 200 triliun rupiah agar dapat terus memperkuat kapasitas LPS dalam melaksanakan penanganan bank secara efektif.

Guncangan perbankan di AS mencuat setelah kebangkruta Silicon Valley Bank (SVB) yang mensentralisasikan portofolio pembiayaan pada perusahaan rintisan dan modal ventura. Sebelum SVB, kegagalan bank juga mendera Silvergate Bank dan Signature Bank.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.