• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Pentingnya Tidur Cukup pad...

Pentingnya Tidur Cukup pada Anak, Cegah Gangguan Hormon Pertumbuhan

Kamis, 30 Mar 2023, 11:34 WIB

Profesor ilmu kesehatan anak dari Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Aman Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI(Hon) mengingatkan pentingnya anak bisa mendapatkan cukup tidur. Ini bertujuan agar hormon pertumbuhan yang berguna untuk tumbuh kembang anak tak terganggu.

"Ketika anak kurang tidur hormon pertumbuhannya turun. Kalau ini terjadi tahunan, lima sampai 10 tahun dia (anak) kurang tidur, potensi pertumbuhannya terganggu," kata Aman dalam acara siaran langsung akun Instagram RSCM Kencana, dikutip dari Antara, Kamis (30/3).

Ket. Foto: Ilustrasi — Sumber: Health Shots/Adobe Stock

Waktu tidur bagi anak dalam sehari berbeda sesuai bergantung pada usianya. Bayi baru lahir hingga saat berusia tiga bulan harus tidur selama 14 hingga 17 jam termasuk tidur siang, sementara anak usia empat hingga 11 bulan harus tidur selama 12 hingga 16 jam dalam sehari.

Kemudian, anak usia 12 bulan hingga tiga tahun harus tidur selama 11 hingga 14 jam dan anak usia tiga hingga empat tahun durasi tidurnya menjadi 10 hingga 13 jam termasuk tidur siang. Sementara anak usia lima tahun hingga 13 tahun, kata Aman, dia harus tidur sembilan hingga 11 jam dan anak usia 14 hingga 18 tahun harus mendapatkan tidur delapan hingga 10 jam.

"Bahkan sampai selesai masa anak yang 18 tahun ini, tidak ada ditawar-tawar lagi tidur harus minimal delapan jam," ujar Aman.

Lebih lanjut, ia menekankan tidur termasuk hak anak dan apabila anak kehilangan hak itu maka pertumbuhannya menjadi tidak optimal serta berpotensi mengalami beberapa penyakit termasuk diabetes.

"Kortisol meningkat (saat anak kurang tidur). Ini juga menganggu pertumbuhannya, membuat anak lebih gemuk dan overweight (kelebihan berat badan) sebelum menjadi diabetes," ucapnya.

Agar anak bisa tidur cukup, Aman mengingatkan orangtua untuk menciptakan situasi yang memungkinkan anak bisa tidur termasuk menghindarkan mereka terpapar gawai sebelum tidur.

"Kejadiannya saat ini, anak bukan membaca buku atau dibacakan cerita sebelum tidur tetapi lebih banyak lihat gawai. Gawai ini ada blue light (sinar biru)-nya, terutama saat malam, (menyebabkan) melatonin turun," papar Aman.

Melatonin adalah hormon yang dihasilkan secara alamiah oleh kelenjar pada otak, yang membantu tubuh untuk tidur dan terjaga.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi

Berita Terbaru

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

TNI Siagakan 73.766 Personel Tangani Karhutla di Berbagai Wilayah.

TNI Salurkan 695,17 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT.

Perlu Audit Nasional PMB Jalur Mandiri PTN Buntut Kasus Unsoed

Kelas Menengah Menyusut Pertanda Kemajuan Pembangunan Indonesia Melambat

Pramono Siapkan 10.000 Bus Listrik untuk Atasi Polusi dan Kemacetan Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.