BI Proyeksikan Inflasi IHK Turun ke Level 3,5 Persen setelah September
Kamis, 30 Mar 2023, 08:06 WIBBADUNG - Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) akan turun ke level 3,5 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya atau year-on-year (yoy) pada semester II-2023 setelah September.
Adapun inflasi IHK saat ini masih berada pada level 5,47 persen (yoy) pada Februari 2023. Angka tersebut di atas target pemerintah di level 2-4 persen.
"Perkiraan ini karena ada efek dasar penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada tahun lalu," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Gala Seminar bertajuk Enchancing Policy Callibration for Macro Financial Resillience di Kabupaten Badung, Bali, Rabu (29/3).
Dia juga memperkirakan inflasi inti masih akan berada dalam kisaran level 3 persen (yoy) pada periode tersebut, setelah pada Februari mencapai 3,09 persen (yoy).
Tren inflasi di berbagai negara belahan dunia kini masih tinggi meski sudah mulai menurun. Tahun depan, BI melihat kemungkinan inflasi akan mulai kembali ke tren jangka panjang.
Saat ini, seluruh ekonomi dunia masih menghadapi turbulensi global setelah tiga tahun pandemi Covid-19.
Menurut Perry, perlambatan pertumbuhan ekonomi global yang terjadi di Eropa dan Amerika Serikat (AS) sedang terjadi, meskipun Tiongkok saat ini mulai perlahan pulih.
Suku bunga Bank Sentral AS, The Fed pun kemungkinan akan terus meningkat mencapai level 5,5 persen, lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Untuk diketahui saat ini suku bunga Fed berada pada level 4,75 persen sampai 5 persen.
"Tentu saja, dolar AS juga masih kuat dengan indeks dolar AS dalam rentang 100.3 hingga 100.5, meski sekarang terdapat permasalahan tiga bank AS dan kondisi keuangan global," tambahnya.
Ekonomi Membaik
Selain inflasi, dia memproyeksikan beberapa indikator ekonomi Indonesia lainnya akan terus membaik, seperti pertumbuhan ekonomi yang akan tumbuh dalam rentang 5,1 persen (yoy) sampai 5,2 persen (yoy) pada tahun ini dan meningkat menjadi sekitar 5,3 persen (yoy) pada tahun depan, yang didukung oleh investasi, ekspor, dan konsumsi domestik.
Kredit juga akan tumbuh di antara 10 persen (yoy) sampai 12 persen (yoy) pada tahun ini dan tahun depan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Cermati Masa Bediding Saat Puncak-puncaknya Musim Kemarau
-
Bulog Sumut Rutin Cek Kualitas Beras di Gudang, Publik Pertanyakan Transparansi Keamanan Pangan
-
Sambut HUT Jakarta, Ancol Gratiskan Tiket Masuk Selama Tiga Hari, Ikuti Syarat dan Jadwalnya!
-
KSEI Gandeng Pegadaian, ETF Emas Bersiap Meramaikan Pasar Modal 2026
-
Lulusan SD Bisa Berpenghasilan Setara UMR Rp5,7 Juta
-
Kuota Bedah Rumah Jakarta Naik 63 Kali Lipat, dari 158 Jadi 10 Ribu Unit
-
BPJPH Pasang Aturan Ketat, Produk Impor Tanpa Sertifikat Halal Terancam Tersingkir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.