Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dolar AS Tertekan, Investor Hati-hati Mengamati Gejolak Perbankan

📅 Selasa, 21 Mar 2023, 08:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dolar AS Tertekan, Investor Hati-hati Mengamati Gejolak Perbankan Doc: ANTARA/Aprillio Akbar
Ket. Mata uang dolar AS.

NEW YORK - Dolar AS melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (21/3) atau Selasa pagi WIB, karena para pedagang dengan hati-hati mempertimbangkan pengambilalihan Credit Suisse oleh raksasa perbankan Swiss UBS dengan pemotongan harga yang besar.

UBS setuju untuk membeli Credit Suisse pada Minggu (19/3) seharga 3 miliar franc Swiss (3,23 miliar dolar AS) dan menanggung kerugian hingga 5,4 miliar dolar AS, dalam merger dipaksakan yang direkayasa oleh otoritas Swiss.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, terakhir turun 0,50 persen di 103,270 sehari setelah merger diumumkan, menyentuh level terendah sejak 15 Februari.

Di bawah kesepakatan UBS-Credit Suisse, pemegang obligasi Credit Suisse Additional Tier-1 (AT1) senilai 17 miliar dolar AS akan dihapuskan. Itu membuat marah beberapa pemegang surat utang, yang mengira mereka akan lebih terlindungi daripada pemegang saham, dan membuat takut investor di obligasi AT1 bank lain.

Juga menekan dolar adalah kekhawatiran tentang bank-bank regional AS, meskipun beberapa bank besar menyetorkan 30 miliar dolar AS minggu lalu ke First Republic Bank, pemberi pinjaman AS yang paling tidak nyaman dari investor. Saham First Republic jatuh sebanyak 50 persen pada Senin (20/3) dan terakhir turun sekitar 39 persen.

"Secara khusus, ada risiko yang berkembang, atau setidaknya beberapa tingkat ketidakpastian, dengan bank regional AS yang menurut saya membebani aset-aset AS pada saat ini juga," kata Bipan Rai, kepala strategi valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets di Toronto.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,0723 dolar AS dari 1,0682 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2280 dolar AS dari 1,2197 dolar pada sesi sebelumnya.

Dolar AS dibeli 131,32 yen Jepang, lebih rendah dari 131,67 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9283 franc Swiss dari 0,9252 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3660 dolar Kanada dari 1,3719 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 10,3652 krona Swedia dari 10,4809 krona Swedia.

Pedagang juga menunggu pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve AS yang akan dimulai pada Selasa. Keputusan terbaru Federal Reserve tentang kenaikan suku bunga akan dirilis pada Rabu (22/3) dan menambah lapisan tambahan ketidakpastian bagi investor.

Suku bunga saat ini berdiri di 4,5 persen hingga 4,75 persen. Para pedagang sekarang memperkirakan puncak suku bunga pada Mei sekitar 4,8 persen, diikuti oleh serangkaian pemotongan yang stabil hingga akhir tahun, tetapi akan mengamati dengan cermat perkiraan untuk pergerakan suku bunga yang akan diungkapkan oleh Fed pada Rabu (22/3).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

45 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.