Keunggulan Metode dan Strategi 'Persuasive Advertising'
Senin, 20 Mar 2023, 06:45 WIBPertanyaan:
Bu Rossa, background sekolah saya adalah teknik kimia, tapi kini saya ditempatkan di departemen marketing dengan tugas baru menyiapkan persuasive advertising. Saya sedang berusaha mempelajarinya. Mohon penjelasannya Bu, apa saja keunggulan atau manfaat dari metode ini.
Jawaban:
Sebuah iklan membutuhkan strategi penyampaian pesan yang spesifik untuk menarik perhatian target audiens. Salah satu metode yang bisa dilakukan dalam beriklan adalah persuasive advertising.
Pahami audiens terlebih dahulu dan gunakan metode ini untuk memotivasi audiens melakukan pembelian produk. Ketahui nilai-nilai yang dipegang audiens serta apa saja yang menarik di mata mereka.
Berikut ini penjelasan seputar metode periklanan persuasif.
Apa Itu "Persuasive Advertising"?
Menurut RockContent, persuasive advertising adalah metode periklanan yang meyakinkan konsumen untuk membeli suatu produk atau layanan dengan janji memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka. Metode ini menampilkan hal-hal positif dan menunjukkan manfaat dari suatu produk atau layanan.
Metode persuasif lebih menggunakan respons emosional daripada fakta untuk memotivasi konsumen melakukan pembelian. Adapun strategi periklanan persuasif memiliki tiga kategori emosi secara umum, di antaranya:
⢠Ethos: menarik konsumen dari segi etika, karakteristik, dan kredibilitas,
⢠Logos: menarik konsumen dari segi alasan dan logika,
⢠Pathos: menarik konsumen dari segi perasaan dan emosi.
Berdasarkan tipe iklan persuasif yang akan dibuat, Anda harus memilih salah satu kategori emosi untuk digunakan pada pesan yang ingin disampaikan. Hal ini dilakukan untuk menghindari pesan yang membingungkan. Tidak hanya itu, Anda juga dapat membuat iklan yang menarik dan tepat bagi target audiens.
Manfaat "Persuasive Advertising"
Iklan persuasif memiliki beragam manfaat yang bisa didapatkan oleh sebuah bisnis. Berikut ini adalah beberapa manfaat dari sebuah persuasive advertising.
Fokus pada pendekatan yang "user oriented"
Fokus dari iklan persuasif adalah memuaskan kebutuhan konsumen. Hal ini menjadi salah satu manfaat dari strategi periklanan ini sehingga memiliki appeal ke konsumen karena menawarkan beragam manfaat bagi mereka yang melihat iklan persuasif tersebut. Biasanya, metode ini menekankan penggunaan kata "kamu" untuk menarik konsumen.
Membangun kredibilitas
Persuasive advertising juga meyakinkan konsumen untuk membeli produk atau layanan berdasarkan perasaan yang dimilikinya, bukan fakta, sehingga memungkinkan untuk membangun kredibilitas berdasarkan argumen yang kuat.
Argumen inilah yang membuat orang-orang percaya dan terdorong untuk membeli produk atau layanan Anda.
Membangun "brand loyalty"
Manfaat lain dari iklan persuasif adalah memotivasi konsumen untuk membeli produk berdasarkan emotional appeal. Konsumen akan memilih suatu produk atau layanan karena alasan tertentu, berdasarkan bagaimana iklan yang dilihat mempengaruhi perasaannya.
Iklan persuasif biasanya membangun hubungan antara konsumen dengan brand. Sehingga, mendorong mereka untuk melakukan repeat purchase. Dengan begitu, konsumen dapat memahami nilai yang dimiliki suatu produk atau layanan lebih baik lagi sehingga akan meningkatkan kesempatan mereka melakukan pembelian produk atau layanan.
"Write in the second person"
Audiens akan lebih tertarik pada iklan yang memberi tahu bagaimana Anda akan membantu mereka. Oleh karenanya, teknik iklan persuasif ini akan menekankan pada penggunaan kata "kamu" dalam narasinya. Hal tersebut akan membuat mereka engage dan tertarik dengan iklan.
Tidak hanya itu, penggunaan kata "kamu" juga membuat audiens merasa menjadi bagian dalam narasi sebuah iklan sehingga audiens dapat memvisualisasikan bagaimana produk atau layanan Anda dapat memberi keuntungan dalam hidup mereka.
Memberi audiens kontrol
Teknik persuasive advertising ini membantu konsumen tidak merasa dipaksa untuk membeli suatu produk atau layanan. Dengan begitu, audiens merasa memiliki pilihan dalam membuat keputusan pembelian. Biasanya, teknik ini akan menggunakan frase seperti "Jangan ragu â¦" atau "Silakan â¦".
Menggunakan "call to value", bukan "call to action"
Teknik lain yang bisa digunakan dalam iklan persuasif adalah menggunakan call to value, bukan call to action sehingga kalimat yang digunakan dalam iklan akan mengkomunikasikan nilai dari penawaran produk atau layanan Anda.
Misalnya, sebuah iklan persuasif tidak akan menggunakan kata "Download sekarang" dalam copy-nya. Iklan persuasif akan menggunakan copy seperti "Klik sekarang untuk menjadi seorang blogger handal esok hari", untuk mengkomunikasikan nilai dari produk atau layanannya.
Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui seputar persuasive advertising. Intinya, teknik beriklan ini akan mendorong audiens melakukan pembelian melalui janji yang bisa didapatkan mereka dari suatu produk atau layanan.
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
5 Strategi Efektif Kelola Inventaris Gudang Agar Lebih Efisien
-
Tips Memilih Mobil yang Sesuai Kebutuhan dan Pas di Hati
-
Harga Emas Antam, Senin (19/1), Meroket Rp40.000 ke Angka Rp2,703 Juta/Gr
-
Menko Pangan Nilai Koperasi Merah Putih Sinduadi sebagai Model Terbaik Nasional
-
Keraton Sumedang Larang Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya Unggul
-
Unnes Buka Kuota Penerimaan untuk 12.470 Mahasiswa Baru di 9 Fakultas
-
Festival Youtuber Desa Upaya Mendorong Generasi Muda Jadi Agen Pembangunan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.