Xi Jinping Dorong Diakhirinya Perang Ukraina dalam Kunjungannya ke Moskow

Sabtu, 18 Mar 2023, 13:44 WIB

JAKARTA - Presiden Tiongkok Xi Jinping berencana menggunakan kunjungan kenegaraannya ke Moskow minggu depan untuk mendorong perdamaian di Ukraina dan membuat pihak-pihak yang bertikai untuk berunding, kata Beijing, Jumat (17/3).

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin mengatakan, kunjungan dua hari Xi ke Rusia, yang dijadwalkan tiba di Moskow pada Senin, "bermuara pada satu kalimat, yaitu mendesak perdamaian dan mendorong perundingan."

Ket. Foto: Kemenlu Tiongkok mengatakan, kunjungan Xi Jinping ke Rusia bermuara pada satu kalimat, yaitu mendesak perdamaian dan mendorong perundingan. — Sumber: UPI/Alexei Druzhinin/Kremlin/Sputnik/EPA-EFE

Tetapi Wang menekankan Tiongkok akan menjunjung tinggi "posisi objektif dan tidak memihaknya" di Ukraina, juga semua masalah regional dan internasional lainnya.

Kunjungan minggu depan itu merupakan balasan dari kunjungan Putin ke Beijing menjelang Olimpiade Musim Dingin Februari 2022 di mana keduanya meminta NATO mengesampingkan ekspansi di masa depan, terutama Ukraina, dan meninggalkan "pendekatan ideologis Perang Dingin."

Kurang dari 3 minggu kemudian, pasukan Rusia menginvasi Ukraina, tindakan agresi yang ditolak Tiongkok.

Berita tentang kunjungan Xi juga muncul di tengah laporan bahwa dia mungkin menggunakan perjalanan itu untuk berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai bagian dari upaya Tiongkok menengahi perdamaian dalam konflik Rusia-Ukraina.

Tiongkok mengajukan rencana perdamaian 12 poin yang terperinci bulan lalu pada peringatan pertama invasi Rusia.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Tiongkok untuk memainkan peran lebih besar di panggung dunia sesuai dengan statusnya sebagai negara adidaya ekonomi.

Pekan lalu, Iran dan Arab Saudi mengumumkan akan melanjutkan hubungan kedua negara dalam kesepakatan yang dimediasi oleh Tiongkok.

Sebuah pernyataan bersama kedua negara tersebut mengatakan bahwa Iran, yang mendukung Rusia dalam invasinya ke Ukraina, dan Arab Saudi, sekutu Amerika Serikat, telah sepakat untuk melanjutkan hubungan diplomatik dalam waktu dua bulan dan membuka kembali kedutaan dan agensi mereka di kedua negara.

Terobosan itu terjadi setelah Presiden Iran Ebrahim Raisi mengunjungi Tiongkok, diikuti oleh pemimpin Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Shamkhani yang melakukan perjalanan ke Beijing pada 6 Februari untuk melakukan pembicaraan dengan Saudi.

Amerika Serikat menyambut dengan hati-hati perkembangan tersebut, dengan mengatakan telah mendorong Xi untuk terhubung dengan Zelensky, baik secara publik maupun pribadi, "karena kami percaya bahwa Tiongkok dan Presiden Xi sendiri harus mendengar langsung perspektif Ukraina, bukan hanya perspektif Rusia mengenai hal ini," kata Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan, Senin.

"Kami berharap akan ada [pembicaraan]. Itu akan menjadi hal yang baik karena berpotensi membawa lebih banyak keseimbangan dan perspektif tentang cara RRT melakukan pendekatan ini. Dan kami berharap ini akan terus menghalangi mereka untuk memilih memberikan bantuan yang mematikan ke Rusia, yang jelas merupakan sesuatu yang telah kami peringatkan."

Sullivan mengatakan kesepakatan antara Iran dan Arab Saudi adalah perkembangan positif dan bahwa negara-negara lain seperti Tiongkok mempromosikan de-eskalasi "tidak secara fundamental menolak" kepentingan AS. Demikian dilaporkan United Press International (UPI).

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Bangladesh Punya Presiden Baru Setelah Pemilu Sengit 35 Tahun Terakhir

Simbol Hubungan Akrab, Sultan Brunei-Anwar Ibrahim Gelar Pertemuan di Istana Nurul Iman

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.