Catat, Ini Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan untuk Menghidrasi Kulit
Rabu, 15 Mar 2023, 08:36 WIBDehidrasi kulit menjadi salah satu kondisi yang seringkali terjadi. Adapun kondisi tersebut terjadi ketika lapisan terluar kulit kehilangan kelembaban dan menjadi kering.
Berbagai faktor yang bisa membuat kulit dehidrasi, seperti paparan sinar matahari, iklim, usia, serta penggunaan produk perawatan kulit yang tidak sesuai. Dehidrasi kulit bisa memunculkan berbagai permasalahan kulit yang baru.
Dilansir dari WebMD, kulit yang mengalami dehidrasi terjadi akibat sel-sel yang berada di bawah lapisan kulit hilang terlalu banyak air. Dampaknya, kulit akan menjadi terlihat kusam, kehilangan kilau, dan muncul kerutan halus yang telihat lebih jelas.
Oleh karena itu, menghidrasi kulit menjadi suatu hal penting yang harus diperhatikan. Sebab, kulit membutuhkan air untuk memberikan kekuatan dan elastisitas, sehingga tampak dan terasa lebih sehat.
Hal-hal yang menguras kandungan air pada kulit
- Menghabiskan waktu di tempat yang dingin atau panas
- Menggunakan sabun, deterjen, dan bahan kimia yang keras
- Menggunakan spons kasar, waslap, atau produk pengelupasan kulit
- Mandi atau berendam dalam air panas dalam waktu lama
- Tidak minum cukup air
Cara mengatasi dehidrasi kulit
- Minum banyak air
- Gunakan pelembap
- Hindari penggunaan produk perawatan kulit yang keras
- Gunakan sunscreen
- Gunakan masker wajah
Cara menjaga kulit tetap terhidrasi
Untuk meningkatkan tampilan dan nuansa kulit Anda, Anda ingin menarik kelembapan ke dalam dan menjaganya tetap di sana. Berikut adalah beberapa cara untuk melakukannya:
- Batasi waktu mandi Anda selama 5 atau 10 menit dengan air hangat.
- Gunakan sabun, deterjen, dan kosmetik yang lembut.
- Nyalakan pelembab udara selama musim dingin.
- Minum air ekstra sepanjang hari.
Jika kulit Anda masih terlihat kering dan bersisik, oleskan pelembab atau masker pelembab. Namun, sebelum Anda membeli produk perawatan kulit apa pun, ketahui jenis kulit Anda berminyak atau kering.
"Anda harus menghindari produk yang dapat menyumbat pori-pori," kata Michael Cameron, MD, asisten profesor dermatologi di Fakultas Kedokteran Mount Sinai Icahn.
"Hal itu dapat menyebabkan jerawat, dan produk yang kita gunakan untuk mengobatinya terkadang dapat membuat Anda semakin kering," lanjutnya.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
Pemerintah Kabupaten Lebak Imbau Petani Maksimalkan Pompa Bantuan Kementan
-
336 Gempa Tektonik Terjadi di Sulut Sepanjang Maret 2026
-
OJK Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Daya Saing Perbankan Syariah
-
Brigade Kembali Buka Jalur Pendakian Gunung Dempo
-
Kota Mataram Bagikan Eco Bag untuk Kurangi Kantong Plastik Sekali Pakai
-
Legenda Tokusatsu 'Space Sheriff Gavan', Kenji Ohba, Meninggal Dunia pada Usia 71 Tahun
-
Hasil Liga Spanyol: Barcelona Kokoh di Puncak Klasemen Usai Taklukkan Celta Vigo 1-0
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.