Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Membanggakan, Sumpit dari Palangka Raya Bertahan 12 Tahun Diekspor ke Jepang

📅 Jumat, 10 Mar 2023, 00:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Membanggakan, Sumpit dari Palangka Raya Bertahan 12 Tahun Diekspor ke Jepang Doc: ANTARA/Rendhik Andika
Ket. Salah seorang eksportir dengan tujuan Jepang, Ruth Sri MA menunjukkan sumpit di Sentra Industri Temanggung Tilung, Kota Palangka Raya.

Palangkaraya - Membanggakan, produk industri berupa olahan sumpit berbahan baku kayu yang diolah di Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah konsisten selama 12 tahun menembus pasar ekspor dengan negara tujuan Jepang.

"Selama 12 tahun sumpit produksi kami telah diekspor ke Jepang. Meski sempat terkendala dua tahun karena pandemi, saat ini pengiriman sumpit ke Jepang kembali kami lakukan," kata pemilik industri sumpit Ruth Sri MA di Palangka Raya, Kamis.

Wanita yang merupakan salah satu eksportir di Palangka Raya ini menerangkan, sumpit berbahan baku limbah kayu meranti putih secara rutin di kirim ke mitra di negeri sakura.

"Sebelum pandemi kami perbulan rutin mengirim 340-350 kotak. Namun saat ini, sesuai permintaan, kami mengirim seluruhnya, yang mana Setiap kotak berisi 1.000 pasang sumpit," kata pemilih UD Akselerasi ini. Ruth menerangkan, di negara yang dikenal dengan animenya ini, tujuan pengiriman sumpit dilakukan ke salah satu perusahaan di Desa Obama, Osaka.

"Sumpit yang kami kirim ini, sekitar 75 persen untuk dijadikan cinderamata (buah tangan) bagi wisatawan, sisanya untuk keperluan alat makan," katanya.

Untuk itu, pada proses produksinya, pihaknya sangat mengutamakan kualitas. Untuk itu, pemilahan dilakukan secara teliti dan menyeluruh. Tujuannya untuk memastikan seluruh sumpit yang diekspor sesuai spesifikasi permintaan mitra.

Dibantu 14 karyawannya, eksportir yang menjalankan usaha di Sentra Industri Temanggung Tilung, Kota Palangka Raya ini, setiap hari mampu memproduksi 6.000 pasang sumpit. Pada proses produksi, mulai pemotongan bahan sampai sumpit siap ekspor, melewati tujuh tahapan.

Pada industri ini, pihaknya juga ingin mengajak masyarakat menyadari, bahwa jika diolah secara tepat, limbah pun bisa bernilai ekonomi tinggi.

Selain itu, keberadaan produksi sumpit ini juga dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar dengan menjadi bagian dari produksi industri olahan limbah kayu.

"Saya pun bahagia, karyawan di sini bisa mencicil rumah dan kendaraan. Kami juga memasukkan mereka sebagai peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, sesuai peraturan pemerintah," kata wanita yang murah senyum ini.

Dia pun berharap, industri sumpit yang memanfaatkan limbah kayu ini dapat menembus pasar Eropa. Terutama dengan tujuan, restoran-restoran bernuansa asia, yang saat makan menggunakan sumpit.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

53 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.